Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:57 WIB

Bank Dunia: Jangan Main-main dengan Beras

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 30 Mei 2017 | 18:09 WIB
Bank Dunia: Jangan Main-main dengan Beras
Ekonom senior Bank Dunia, Vivi Alatas - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior Bank Dunia, Vivi Alatas bilang, volatilitas harga pangan bisa langsung berdampak buruk. Jadi, kenaikan harga sedikit saja, efeknya luar biasa.

Kata Vivi, kenaikan harga beras 10% bisa meningkatkan jumlah orang miskin anyar sebesar 1,2 juta jiwa. "Kenaikan 10 persen harga beras menyebabkan pertambahan 1,2 juta orang miskin baru. Perlindungan sosial sudah ada via bansos. Tugas ke depannya, bagaimana itu menjadi sistem yang pokok dan bantu keluarga miskin, enggak terjebak, atau kembali ke kemiskinan," kata Vivi dalam seminar bertajuk Indonesia Menuju Ekonomi Berekadilan di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Dia bilang, kebijakan yang tepat sasaran, tepat tujuan akan memastikan mekanisme updating yang dinamis. "Karena kemiskinan di Indonesia sangat cair. Di saat-saat yang paling dibutuhkan, tahun ajaran baru dan lain-lain," paparnya.

Selain itu, instrumen operasi pasar untuk mengendalikan harga beras, sistem peringatan dini, mekanisme yang lebih efektif untuk mengelola cadangan beras, sangatlah penting.

"Yang terakhir kebijakan fiskal bisa jadi alat penting untuk atasi ketimpangan, Afrika Selatan bisa kurangi ketimpangan di Indonesia belum efektif untuk kurangi ketimpangan, karena direct transfer masih 0.5 persen, Argentina udah 3.7 persen pajak PPN harus progresif, masih di bawah Brazil," kata Vivi.

Selain itu, kata Vivi, peran serta masyarakat untuk taat membayar pajak, berperan penting dalam menurunkan angka ketimpangan. "Bukan tugas pemerintah saja untuk atasi ketimpangan 88% Indonesia bilang itu isu yang harus diatasi. Pelaku-pelaku kunci, yang penting bayar pajak, jadi Indonesia punya ruang untuk mendanainya," papar Vivi.[ipe]

 
x