Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:49 WIB

Investor Asing Pertanyakan Perlindungan Investasi

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 31 Mei 2017 | 00:18 WIB
Investor Asing Pertanyakan Perlindungan Investasi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Tri Kasih Lembong - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi iklim investasi yang ramah ternyata belum melekat bagi Indonesia. Buktinya banyak dari para investor menanyakan perlindungan investasi kepada pemerintah Indonesia. Khusunya para investor Timur Tengah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Tri Kasih Lembong mengatakan seusai Raja Salman mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu, banyak investor dari negera tersebut menanyakan perlindungan investasi yang belum memadai di Indonesia.

"Sebetulnya beberapa pemerintah negara-negara sana (timur tengah) sudah mengajukan rancangan perjanjian perlindungan investasi sejak 2012 dan itu sampai sekarang belum ditindak lanjuti. Jadi itu mau kita tuntaskan segera jadi perjanjian antar pemerintah tentang perlindungan investasi," kata Tom, panggilan akrabnya saat ditemui di Kantor Kemenko Ekonomi, Selasa (30/5/2017).

Tom mencontohkan dari banyak kasus yang dialami para investor adalah masalah sengketa investasi, yang berujung di pengadilan. Investor membutuhkan jaminan investasi. Sebaliknya, pemerintah juga melihat kemungkinan sengketa investasi, baik antara pemerintah dengan investor dalam negeri maupun pemerintah dengan investor luar negeri. Bahkan tak menutup kemungkinan sengketa antar sesama investor.

"Jadi perlindungannya, misal ada sengketa investasi jadi bagaimana penyelesaian sengketanya, trus klarifikasi bahwa memang tidak ada ekspropreasi penyitaan investasi oleh negara," katanya.

Presiden Joko Widodo, kata Tom, juga meminta aturan ini harus sudah kelar paling lambat dua bulan dari sekarang, dan langsung membuat payung hukumnya sendiri.

"Kemarin kan di sidang kabinet paripurna, Pak Presiden sudah kasih arahan untuk segera dituntaskan, perkiraan saya dalam sebulan dua bulan ini," katanya. [hid]

Komentar

 
x