Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 08:40 WIB

Harga Stabil, Puja-puji BPS untuk HET

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 3 Juni 2017 | 18:09 WIB
Harga Stabil, Puja-puji BPS untuk HET
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menilai, aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas pangan terbukti efektif menjaga stabilitas harga.

Kecuk menjelaskan, inflasi yang melonjak menjelang Bulan Puasa hingga Lebaran, kelihatannya tidak akan terjadi. Semuanya karena adanya pembatasan harga pangan melalui HET. "HET ini sangat mempengaruhi meski memang tetap terjadi inflasi. Tapi kenaikan inflasi ini tidak besar seperti momen momen sebelumnya," kata Kecuk di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Kecuk bilang, selain kebijakan HET, operasi pasar yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan juga bisa mengendalikan harga. Ia mengatakan, hal ini terjadi pada beberapa jenis komoditas seperti gula dan daging sapi.

"Oh ya, ini bisa dilihat, gula pasir deflasi loh. Kalau gak ada operasi pasar dia pasti naik. Harga daging sapi juga relatif stabil. Meski memang pada jenis bawang putih masih agak lepas," kata Kecuk.

Ia mengatakan, untuk bawang putih memang masih menyumbang inflasi di Mei ini dikarenakan adanya proses suply dan demand yang tak stabil pada awal pekan Mei. Ia mengatakan, selain itu beberapa spekulan yang menggoyang harga menjadi salah satu alasan mengapa bawang putih menyumbang inflasi pada Mei ini.

"Bawang putih itu masalahnya ada permintaan naik ketika suply gak cukup. Selain itu kan ada spekulan yang jahat itu, mereka mulai ditangkepin. Bagaimana mungkin harga ditentukan sama spekulan. Pemerintah langkahnya bagus kok," kata dia.

Dirinya menjelaskan sumbangan bahan makanan terhadap inflasi sebesar 0,86%. Bahan makanan seperti bawang putih menyumbang inflasi sebesar 0,08%. Sedangkan telur ayam 0,05%, daging ayam 0,04%. [ipe]

 
x