Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:53 WIB
Hide Ads

KLHK Dukung Program Homestay Kemenpar di TN

Oleh : - | Minggu, 4 Juni 2017 | 13:07 WIB
KLHK Dukung Program Homestay Kemenpar di TN
(Foto: sportourism.id)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rakornas II/2017 Pariwisata dengan tema Homestay Desa Wisata yang digelar Kemenpar di Hotel Bidakara, 18-19 Mei lalu terus mendapat respons positif. Kali ini kabar baik datang dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dipimpin Siti Nurbaya Bakar.

Mereka langsung on dengan mempersiapkan homestay di tujuh Taman Nasional itu untuk mengoptimalkan aset dan keindahan bawah laut sebagai atraksi destinasi wisata bahari yang memikat dunia. Niatan itu juga disupport United Nations Development Programme (UNDP).

Langkah KLHK pun semakin meyakinkan. Sebab, ada organisasi multilateral terbesar pemberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia yang ikut mem-back up homestay desa wisata itu. Dari paparan Menteri Siti Nurbaya, UNDP siap bekerjasama dan mendukung konservasi laut, salah satunya dengan pembangunan homestay di wilayah Taman Nasional (TN) Wakatobi.

"Homestay bisa dilakukan di area Taman Nasional, dan itu sangat mungkinkan. Nantinya homestay dikelola masyarakat setempat, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat bisa terbantu. Dan mereka akan menjadi penjaga kelestarian seluruh taman nasional, karena itulah harta yang paling berharga, adalah Taman Nasional itu sendiri, taman yang dilihat wisatawan," ujar Siti Nurbaya Bakar saat peluncuran buku The Mangnificent Seven: Indonesia Marine National Park di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Selain bisa menikmati keindahan bawah laut di Taman Nasional, lanjut Siti Nurbaya, Wakatobi sudah mempunyai atraksi kelas dunia. Itu artinya, program homestay yang menjadi program Kemenpar sangat tepat dan juga bisa diarahkan untuk mengurangi pencemaran limbah di sana. "Kami dukung pengembangan homestay. Itu sekaligus mendukung konservasi di laut. Tapi jumlahnya tetap harus dibatasi sehingga tidak overload dan menggangu ekosistem dan pencemaran limbah di sana," ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira dukungan KLHK untuk pengembangan homestay di seluruh Taman Nasional di bawah penguasaan KemenLHK. Wakatobi itu contohnya. Untuk menjaring 500 ribu wisatawan mancanegara pada 2019 agar berkunjung ke Kabupaten pemilik taman nasional yang luar biasa itu.

"Jadi kita akan membangun homestay, pemiliknya siapa? Masyarakat setempat jawabannya. kita harapkan taman-taman nasional kita, baik di darat maupun di laut bisa mensejahterakan masyarakat melalui pariwisata, tidak dengan merusak dan merambah hutan," ucap Menpar Arief Yahya.

Lantas bagaimana strateginya? Menteri asal Banyuwangi itu menjelaskan, ketika akan membangun destinasi, yang dibangun pertama kali yaitu community base tourism dahulu untuk menetapkannya. "Maka di sana bangun homestaynya, kuliner-kuliner masyarakat masuk dulu, sehingga cara yang paling mudah menyakinkan orang dengan membangun community basenya itu. Sebab prinsipnya pariwisata itu mensejahterakan," ucapnya.

Menpar Arief Yahya mengatakan Wakatobi adalah satu dari 10 destinasi utama pariwisata Indonesia yang menarik perhatian wisatawan mancanegara maupun domestik. Pembangunan homestay di Wakatobi mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur Amenitas dalam teori 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, red).

"Homestay itu dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yanh saya sebut digital sharing economy," pungkas dia.

Bahkan, lanjut dia, Kemen LHK tidak hanya memberikan izin bagi masyarakat yang diatur untuk membangun homestay desa wisata. Tetapi juga menyiapkan skema khusus pinjaman kepada masyarakat yang selama ini juga sudah berjalan. "Ini akan semakin keren!" kata Menpar Arief. [*]

 
x