Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:25 WIB

Target Pajak Kembali Naik di Tahun 2018

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 6 Juni 2017 | 15:19 WIB
Target Pajak Kembali Naik di Tahun 2018
Menkeu Sri Mulyani - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menargetkan rasio penerimaan perpajakan (tax ratio) tahun 2018 mencapai 11%-12%. Angka ini meningkat dari 2016 lalu yang hanya sebesar 10,36%.

Pada Rapat Paripurna DPR dengan agenda tanggapan Pemerintah atas pandangan Fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro (KEM) Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2018 di Gedung DPR Senayan, Selasa (6/6/2017), Sri Mulyani mengatakan, angka tersebut telah mempertimbangkan kondisi perekonomian yang membaik, kapasitas historis penerimaan perpajakan, dan upaya-upaya ekstra untuk meningkatkan penerimaan. Diharapkan pada 2018 rasio perpajakan dapat mencapai 11%-12%.

Rasio perpajakan tahun 2018 akan memanfaatkan hasil kebijakan pengampunan pajak, yaitu perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan ditopang dengan langkah reformasi perpajakan secara berkelanjutan.

"Pemerintah akan terus melakukan ekstensifikasi penerimaan cukai melalui pengenaan cukai terhadap barang-barang yang perlu dikendalikan konsumsinya karena menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.

Dia juga mengapresiasi Fraksi PKB yang mendukung upaya Pemerintah yang memperluas obyek kena cukai yang merusak lingkungan.

"Perluasan obyek kena cukai yang merusak lingkungan bertujuan untuk lebih mengoptimalkan pendapatan negara," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Sebelumnya, pada rapat paripurna tanggal 30 Mei 2017 lalu, juru bicara F-PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal berpandangan, F-PKB meminta pemerintah di tahun 2018 untuk lebih mengoptimalkan pendapatan negara di bidang kepabeanan dan cukai melalui inovasi-inovasi kebijakan.

"Dalam hal ini, F-PKB mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai dengan melakukan perluasan obyek kena bea dan cukai terkait komoditas yang berpotensi merusak lingkungan," kata Cucun. [la]

 
x