Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:56 WIB

Wimboh, Bos Baru OJK

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 8 Juni 2017 | 20:17 WIB
Wimboh, Bos Baru OJK
Wimboh Santoso - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi XI DPR RI akhirnya memilih Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) untuk periode 2017-2022. Wimboh sendiri menggantikan Muliaman D Hadad yang masa tugasnya telah selesai.

Keputusan tersebut dilakukan setelah Komisi XI melakukan rapat internal yang cukup alot selama hampir 5 jam dan kemudian melakukan pemungutan suara melalui voting.

Wimboh mengalahkan Sigit Pramono, lawan satu-satunya untuk memperebutkan kursi nomer satu di OJK tersebut, Wimboh mendapatkan suara 50 dari anggota dewan, sementara Sigit hanya mendapatkan 4 suara dan abstain 1 suara.

Ada sorak sorai dari para anggota selama voting berlangsung.

"Wimboh Santoso mendapatkan 50 suara, Sigit Pramono 4 suara dan 1 abstain. Kita saha yah," kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng di Gedung DPR RI, Kamis malam (8/6/2017).

Siapa Wimboh Santoso?

Wimboh Santoso memulai karirnya di Bank Indonesia (BI) pada tahun 1984 sebagai pengawas perbankan di Bank Indonesia (BI). AlumnusFakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 1983 ini juga pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York pada tahun 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010 - 2012.

Selepas dari bank sentral, ekonom kelahiran Boyolali 15 Maret 1957 ini meniti karir di level internasional. Ia menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga, dan Nepal sampai April 2015.

Sejak akhir tahun 2015, ayah tiga anak ini terpilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, untuk mengisi posisi sebagai komisaris utama bank tersebut.

Di bidang pendidikan, lulus dari UNS Wimboh melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995.

Dengan berbagai latar belakang pendidikan itu, Wimboh pun aktif mengajar pada sejumlah Perguruan Tinggi. Dia juga ikut mendirikan program Magister Management Universitas Indonesia di bidang Risk Management pada 2001.

Janji Wimboh Memimpin OJK

Dalam proses fit and proper test yang dilakukan pada Senin lalu (5/6/2017) Wimboh memaparkan makalah yang berjudul 'Stabilitas Sistem Keuangan Menuju Pembangunan Berkeadilan'.

Sedikitnya ada 4 janji yang harus yang harus dibenahi agar OJK makin kuat dan berdampak besar terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia berjanji akan melakukan sejumlah gebrakan kalau terpilih menjadi pimpinan OJK. Terdapat 4 sektor yang perlu segera dibenahi. "Untuk itu, saya memiliki empat poin yang akan diperhatikan untuk OJK ke depannya," ujar Wimboh.

Pertama, yang menjadi perhatian adalah untuk bisa terus menjaga stabilitas sistem keuangan. Untuk itu, ada beberapa dinamika yang harus dipdalam dan tidak dimonitor biar tidak terjadi risiko sistemik.

Kedua, sektor jasa keuangan masih mengalami beberapa tantangan dinamika sektor jasa keuangan. Dengan merinci tantangan-tantangan itu akan ada gambaran arah kebijakan akan dilakukan sejauh apa.

Ketiga, terkait integritas pengawasan, ke depannya perlu dicoba sinergi dengan kebijakan dari lembaga pemerintah lainnya. Tujuannya agar bisa sinkron bukan hanya di OJK, tetapi juga terhadap kebijakan instansi pemerintah lainnya, terutama, fiskal, moneter, dan sektor riil.

Keempat, untuk mendukung itu semua juga harus didukung dengan internal OJK yang mumpuni. Dengan kredibilitas SDM, transparansi, dan governance yang baik. [lat]

 
Embed Widget

x