Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:52 WIB

Industri Pengolahan Ikan Butuh Dukungan KKP

Oleh : - | Jumat, 9 Juni 2017 | 11:09 WIB
Industri Pengolahan Ikan Butuh Dukungan KKP
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumbawa - Potensi besar di sektor perikanan perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Upaya mendorong itu perlu pusat konstruksi dan pabrik pengelolaan ikan. Di sinilah pentingnya dukungan dari pemerintah.

Presiden Direktur PT Bali Seafood International, Gerald C Knecht mengatakan, pabrik pengelolaan ikan mengusung satu model bisnis yang mendukung semua program pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dan, PT Bali Seafood International memiliki pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Diharapkan dapat memberi dampak positif, khususnya bagi nelayan kecil tradisional Indonesia.

"Semua yang kita lakukan dalam rangka mengembangkan dan mendukung keberlangsungan perikanan dan mendukung nelayan skala kecil di Indonesia. Ini sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," ujar Gerald C Knecht, dalam rilis kepada media, Kamis (8/6/2017).

Pabrik pengolahan ikan yang dibangun yaitu triple bottom line. Sebuah model yang tidak hanya memerhatikan aspek finansial, tetapi juga sosial dan lingkungan. "Atau yang dikenal juga dengan people, planet dan profit," ujar Gerald.

Gerald mengatakan, jika menjaga keberlangsungan kekayaan laut adalah menjadi hal utama. Karena itu dalam praktiknya pihaknya juga memberikan pemahaman dan pelatihan akan pentingnya menjaring ikan secara berkelanjutan.

Di antaranya adalah memberikan pelatihan memancing yang efektif, memberikan pemahaman bentuk dan ukuran ikan yang terbaik untuk ditangkap, juga cara penanganan ikan saat sudah di atas kapal. Semua itu penting untuk diketahui agar dapat memberikan harga jual ikan yang baik untuk nelayan.

Selain itu juga termasuk memberikan pelatihan manajemen uang dan pembiayaan mikro yang dapat mereka manfaatkan di saat musim melaut tidak memungkinkan.

"Indonesia adalah pusat biodiversity dunia, karena itu penting untuk memastikan kekayaan sumber daya laut Indonesia. Karena itu pula kami bekerja sama dengan nelayan-nelayan kecil tradisional," ujar Gerald.

Menurut Gerald, kehadiran pabrik pengolahan ikan nantinya juga akan memberi nilai tambah bagi nelayan. Karena jalur distribusi menjadi lebih ringkas, dimana nelayan langsung membawa hasil lautnya ke pabrik untuk kemudian dilakukan pengemasan.

"Nelayan tradisional banyak yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang baik di perahu kecil mereka. Penanganan yang tidak baik itu dapat membuat kerugian mencapai 60 persen karena ikan tidak lagi segar," kata dia.

"Dalam bisnis model berkelanjutan yang telah berjalan di beberapa negara seperti New Zealand, Ghana, Sierra Leone dan Oman ini juga banyak memberikan manfaat lain yang berfokus pada triple bottom line. Kita butuh dukungan pemerintah," lanjut Gerard.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menyambut baik program kerjasama dan investasi tersebut. Dirinya berharap agar proyek kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan tradisional di NTB. "Selama bermanfaat bagi masyarakat, kami siap beker jasama dalam pencanangan pusat perikanan ini dan harapan besar disertai keseriusan PT BSI," ungkap Zainul. [tar]

 
x