Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:13 WIB

Airlangga Ingin Industri Petrokimia Lari Kencang

Oleh : - | Sabtu, 10 Juni 2017 | 00:39 WIB
Airlangga Ingin Industri Petrokimia Lari Kencang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ingin industri petrokimia dalam negeri berlari cepat. Banyak manfaat kalau industri ini bisa tumbuh pesat.

Airlangga bilang, industri petrokimia bersifat strategis, berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir. Misalnya industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.

"Untuk itu, kami mendorong investasi industri petrokimia agar bisa terealisasi tahun ini. Apalagi, pabrik petrokimia terakhir dibangun pada tahun 1998," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Airlangga menyebutkan, ada beberapa perusahaan petrokimia yang telah melapor akan segera menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan kata lain, mereka teertarik untuk menambah kapasitas dan membangun pabrik baru. "Ekspansi ini bertujuan memenuhi kebutuhan bahan baku kimia berbasis nafta cracker di dalam negeri sehingga nanti kita tidak perlu lagi impor," papar politisi Golkar ini.

Misalnya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. selaku industri nasional, akan menggelontorkan dana US$6 miliar, atau setara Rp80 triliun hingga 2021. Chandra Asri tertarik untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Tahun ini, perseroan akan berinvestasi sebesar US$150 juta untuk menambah kapasitas butadiene sebanyak 50 ribu ton per tahun, dan polietilene 400 ribu ton per tahun.

Kemudian, industri petrokimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical Titan akan merealisasikan investasinya sebesar US$3 miliar hingga US$4 miliar, atau sekitar Rp52-53 triliun untuk memproduksi nafta cracker dengan total kapasitas 2 juta ton per tahun. Di mana, nafta cracker merupakan bahan baku kimia untuk ethylene, propylene dan produk turunan lainnya.

Pada kuartal I-2017, nilai investasi sektor IKTA mencapai Rp22,17 triliun. Sedangkan, sasaran untuk total nilai investasi 2017 sebesar Rp152 triliun. Realisasi investasi sektor IKTA 2016 mencapai Rp122,5 triliun, dengan kontribusi 37,24% terhadap pertumbuhan industri pengolahan non-migas nasional. [tar]


 
x