Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:55 WIB

KPPU Temukan Kartel Bawang Putih di Jawa Tengah

Oleh : - | Sabtu, 10 Juni 2017 | 08:19 WIB
KPPU Temukan Kartel Bawang Putih di Jawa Tengah
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), R Kurnia Syaranie mengungkapkan adanya dugaan kuat persekongkolan distributor, atau kartel bawang putih di Provinsi Jawa Tengah.

"Di dalam catatan investigasi yang disampaikan kepada kami, ada beberapa (persekongkolan distributor bawang putih, red.). Akan tetapi, saya tidak akan buka, nanti kita sampaikan," kata Kurnia di Semarang, Jumat (9/6/2017).

Kurnia mengatakan, para investigator KPPU, baik di tingkat pusat maupun daerah, akan terus berkoordinasi investigasi dengan Polri guna mendapatkan data dan informasi yang lebih lengkap terkait dengan indikasi kartel bawang putih di Provinsi Jateng.

Ia menjelaskan, KPPU, saat ini, sedang dalam tahap penyelidikan terkait dengan adanya dugaan kartel sehingga menyebabkan harga bawang putih melonjak dari harga patokan.

Kurnia memaparkan beberapa indikasi atau dugaan kartel yang dicermati KPPU. Semisal, harga bawang putih terlalu tinggi, sampai Rp80 ribu per kilogram, dan adanya pelaku usaha yang menguasai izin hingga 50%. "Dugaan kami, ada realisasi impor yang sengaja diturunkan oleh para importir sendiri supaya pasokan menjadi berkurang dan harga melonjak," ujar Kurnia.

Dengan adanya pelaku usaha yang menguasai izin hingga 50%, kata Kurnia, berarti ada ketergantungan dari konsumen atas komoditas yang diimpor oleh yang bersangkutan.

Ia menegaskan bahwa KPPU tidak ingin mematikan pelaku usaha berbagai komoditas, tetapi bagaimana melindungi konsumen dari para importir atau distributor yang mencari keuntungan secara berlebihan.

"Jangan main-main lagi untuk harga komoditas yang telah ditentukan pemerintah. Hal ini harus dipatuhi. Kami tidak mau main-main lagi dalam kondisi seperti ini karena keuntungan yang berlebihan itu merugikan masyarakat," kata Kurnia. [tar]

 
x