Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 08:41 WIB

Tugas Berat Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 13 Juni 2017 | 15:36 WIB
Tugas Berat Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dari seluruh anggota Kabinet Kerja, bisa jadi tugas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang paling berat. Mencari dana besar untuk menumbuhkan perekonomian nasional.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani pada rapat kerja asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018 bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (13/6/2017).

"Dengan pertumbuhan ekonomi 5,4-6,1% menjadikan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,3%-8%, lalu bagaimana caranya, dibutuhkan investasi Rp 5.171 triliun," kata Mulyani dalam rapat kerja asumsi dasar RAPBN 2018 bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Lantas dari mana biaya anggaran yang cukup besar? Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang, dananya bisa diperoleh dari belanja modal perusahaan yang melakukan investasi dengan melakukan IPO, atau right issues.

Selain itu dari belanja modal BUMN baik dari induk usahanya maupun anak usahanya, lalu bisa juga dari penyaluran kredit perbankan untuk modal kerja dan juga investasi, dan yang terakhir bisa dipenuhi dari investasi langsung dari Penyertaan Modal Asing (PMA) dan Penyertaan Modal Dalam Negerin (PMDN)

Masih kata Sri Mulyani, untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi 6,1%, bisa dibantu dengan naiknya rating investasi Indonesia oleh beberapa lembaga rating internasional, baru-baru ini.

"Selama ini tidak bisa masuk ke Indonesia, sesuai dengan aturannya, salah satu percakapan yang kita lakukan, ada US$ 700 juta dana yang tidak bisa masuk ke Indonesia sebelum mencapai investment grade, sekarang sudah masuk," kata Mulyani. [ipe]

 
x