Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:56 WIB

Jokowi tak Ingin Ada Rakyatnya yang Kelaparan

Oleh : - | Rabu, 14 Juni 2017 | 08:09 WIB
Jokowi tak Ingin Ada Rakyatnya yang Kelaparan
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tak main-main, Presiden Joko Widodo mengingatkan peran Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai representasi negara, tak boleh main-main. Pastikan rakyat bisa mendapatkan pangan yang layak.

"Diperlukan kehadiran negara untuk memastikan agar rakyat menjadi konsumen dan tidak menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan pangan, karena barangnya tersedia di pasar," kata Joko Widodo saat membuta rapat terbatas (ratas) bertema penguatan peran Perum Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Jokowi bilang, pernyataan ini sudah berulang kali disampaikan. Dia terus mengingatkan bahwa ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi hal yang paling penting bagi Indonesia.

"Pangan adalah soal hidup dan matinya bangsa dan saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat bukan hanya ketersediaan pangan dengan kualitas yang baik dan bergizi, yang harganya terjangkau, tapi juga kita harus menjaga agar para petani produsen pangan tidak selalu dikalahkan sehingga kita harapkan mereka dapat hidup lebih sejahtera," kata Jokowi.

Kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, rakyat harus dipastikan memiliki kemampuan untuk membeli pangan. Artinya, harga bahan pangan haruslah terjangkau kantong. "Dan negara juga harus hadir memastikan para petani sebagai produsen bisa semakin produktif semakin sejahtera karena mendapatkan harga komoditas yang wajar dan adil," tambah Jokowi.

Kepala Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, ada sejumlah usulan yang diajukan dalam ratas guna memperkuat peran Perum Bulog dalam ketahanan pangan. "Usulan penguatan kelembagaan, penugasan, penguatan keuangan, semua sisi. Salah satu contohnya dalam kelembagaan, supaya kuat itu berlindungnya ke satu lembaga saja, jangan terlalu banyak lembaga," kata Djarot. [tar]

 
x