Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:12 WIB

Anderson Tanoto

Generasi Kedua Operasikan Grup Raja Garuda Emas

Oleh : Bachtiar Abdullah | Selasa, 13 Juni 2017 | 19:58 WIB
Generasi Kedua Operasikan Grup Raja Garuda Emas
Grup bisnis Raja Garuda Emas yang kini dipimpin oleh Anderson Tanoto, putera Sukanto Tanoto - Bachtiar Abdullah
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--- Kelompok bisnis Raja Garuda Emas (RGE) kini dipimpin oleh Anderson Tanoto, putera keempat taipan Sukanto Tanoto, yangmengendalikan bisnis sumber daya alam terbarukan dengan menerapkan asas keberlanjutan (sustainability) dengan strategi bisnis yang inklusif dan berpihak kepada kebaikan masyarakat.

Anderson merasa bersyukur tanah Indonesia yang subur mendapat sinar matahari melimpah sepanjang tahun sehingga tanaman untuk bahan baku kertas maupun sawit dapat tumbuh cepat dan dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar empat tahun.

"Finlandia yang hanya mendapat sinar matahari dalam tiga bulan dalam setahun, harus menunggu selama 16 tahun untuk memanen kayu yang dibutuhkan untuk bahan baku kertas," ujar Anderson, yang lulusan University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2011.

Di universitas ini, ia menempuh pendidikan di bidang bisnis sesuai dengan dunia yang bakal digelutinya. Lulus kuliah, ia menimba pengalaman di sebuah perusahaan konsultan Bain & Company SE Asia yang berpusat di Singapura. Ia bekerja di perusahaan ini selama dua tahun.

Anderson mengaku, banyak mendapat pengalaman berharga selama bergabung di bain & Company yang membantunya berpikir sistematis dan membangun team work yang solid. Dua tahun kemudian pada Maret 2013 , barulah ia mengabdi di perusahaan keluarga. Dan memulai karir di RGE dari jenjang asisten manajer dan kini sudah menjabat direktur.

Sukanto Tanoto yang visioner mengembangkan perusahaannya dengan strategi bisnis3 C yakni good for community, country dan company. Sebagai pewaris kerajaan bisnis Tanoto, Anderson yang baru berusia 27 tahun menyiapkan strategi 5 c yang lebih tajam.Yakni good for community, country, climate, company dan customer, yang diungkapkannya ketika menjalin tali silaturahmiberbuka puasa bersama para pemimpin dan tokoh media massa di Jakarta, Senin kemarin (12/6/2017.

Ia mengakui, kesuksesan yang diraih ayahnya tak lepas dari peran serta masyarakat sekitar. "Mimpi beliau adalah berkembang bersama masyarakat," ujarnya. Ketika memulai bisnis pada awal 1970an, hanya ratusan orang yang tinggal di pangkalan Kerinci, Riau. Sekarang sudah jutaan orang yang mengadu nasib di Pangkalan Kerinci.

Didirikan tahun 1992 di bawah konglomerasi RGE, konsesi luas Hutan Tanaman Industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) saat ini sudah mencapai 450.000 hektare. Fasilitas produksi RAPP berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau.

Hingga saat ini kapasitas produksi tahunan RAPP mencapai 2,8 juta ton untuk bleached hardwood kraft pulp (BHKP) dan 850.000 ton untuk kertas. Usaha RAPP terintegrasi, mulai dari kehutanan hingga manufaktur. "Ini pabrik pulp dan kertas terintegrasi terbesar di dunia," jelas Anderson.

Pada 1989 Sukanto mendirikan Asian Agri. Pada 2012 lalu, induk usaha ini mengelola 160.000 hektare kebun sawit dengan kebun inti seluas 100.000 ha.

 
x