Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:01 WIB

Sri Minta Kenaikan Anggaran Kemenkeu Rp4,9 T

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:08 WIB
Sri Minta Kenaikan Anggaran Kemenkeu Rp4,9 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar anggaran kementeriannya dinaikkan dari Rp40,8 triliun pada 2017 menjadi Rp45,7 triliun di tahun 2018.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI tentang Rancana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) Kementerian Keuangan Tahun 2018, di Gedung DPR RI, Rabu (14/6/2017).

Pagu indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang naik pada 2018 sebesar 12,5%, atau sebesar Rp4,9 triliun tersebut digunakan untuk merekrut staf baru sekitar 4 ribu orang di lingkungan Kemenkeu.

"Ada beberapa item yang disampaikan kenapa kenaikannya cukup tinggi. Pertama, kami akan rekrut SDM staf baru yang sudah dapatkan persetujuan MenPAN nyaris mencapai 4 ribu orang dan itu unit incharge adalah Sekjen. Itu kenapa kenaikan besar, ada di situ," katanya.

Kedua, lanjut Sri Mulyani, adalah untuk membiayai event internasional yang akan dilakukan pemerintah, yakni IMFWorld BankAnnual Meetings 2018 di Bali dan acara tersebut membutuhkan banyak anggaran.

"IMF-WB Meeting 2018 anggarannya ada di Sekjen, bukan karena desentralsiasi, namun untuk supporting dan mobilsiasi lebih efektif di Sekjen, mulai dari logistik dan lain-lain. Dan unit-unit lain-lain, lebih senang kalau itu diberikan ke Sekjen karena endak mau repot," katanya.

Ketiga, adalah mengenai masalah sistem IT perpajakan untuk menyambut Automatic Excange of Information (AEoI).

"Kita tidak hanya antisipasi AEoI. Untuk AEoI ini bahkan waktunya sangat ketat. Dari kunjungan saya di Paris, mereka sampaikan review mengenai IT system di Indonesia ada beberapa hal yang setara dari sisi safety dan security. Untuk perubahan sistem, menurut tim IT pajak, bisa dilakukan dalam 3 bulan," tutur Sri Mulyani.

Total pagu indikatif di 2018 yang sebesar Rp45,7 triliun ini, terbagi menyeluruh ke direktorat jenderal di bawah Kementerian Keuangan. Untuk Direktorat Jenderal Anggaran sebesar Rp166,58 miliar, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Rp6,82 triliun, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Rp3,24 triliun, Ditjen Perimbangan Keuangan Rp134 miliar, Ditjen Pengelolaan Pembiayan dan Risiko Rp131,55 miliar, Ditjen Kekayaan Negara Rp872,91 miliar, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Rp157,41 miliar, Ditjen Kekayaan Negara Rp872,91 miliar, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan sebesar Rp671,71 miliar. Sedangkan untuk Sekretariat Jenderal (Sekjen) pagu indikatifnya sekitar Rp20,84 miliar, dan Inspektorat Jenderal (Irjen) sekitar Rp112,84 miliar. [lat]

Komentar

 
x