Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 07:22 WIB

Mei 2017, Neraca Perdagangan Surplus

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 15 Juni 2017 | 13:13 WIB
Mei 2017, Neraca Perdagangan Surplus
Aktivitas barang di Pelabuhan Tanjung Priok - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia Mei 2017 mengalami surplus USD0,47 miliar, dengan rincian nilai ekspor sebesar USD14,29 miliar dan nilai impor USD13,82 miliar.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Abdullah mengatakan ekspor Indonesia sepanjang bulan Mei 2017 sebesar USD14,29 miliar, nilai ini lebih baik ketimbang bulan sebelumnya yang hanya mencatatkan ekspor USD13,17 miliar.

"Ini sesuatu hal yang positif, cukup menggembirakan kinerja ekspor kita dan berdampak pada perkembangan ekonomi kita," kata Sairi.

Dia menjabarkan eskpor migas disebabkan oleh meningkatnya eskpor minyak mentah 33,09% menjadi USD402,7 juta dan eskpor gas naik 25,36% menjadi USD736,1 juta. Sementara untuk nilai ekspor nonmigas Mei 2017 mencapai USD13,02 miliar, naik 6,37% dibanding April 2017, sedangkan dibanding ekspor Mei 2016 naik 23,34%.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2017 mencapai USD68,26 miliar atau meningkat 19,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD61,98 miliar atau meningkat 20,10%.

"Selama tahun 2017 dari bulan Januari-Mei total eskpor selalu diatas tahun 2016 diperiode yang sama. Kinerja ekspor kita konsisten lebih baik pada tahu 2016 pada kurun waktu yang sama," katanya.

Pada sektor impor, BPS mencatat terjadi kenaikan secara month to month sebesar 15,67% menjadi USD13,82 miliar pada Mei lalu. Secara year on year, nilai impor sepanjang Mei tumbuh sebesar 24,03%.

Impor pada sektor migas tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,54% dibandingkan bulan April dari USD1,65 miliar menjadi USD1,82 miliar. Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 16,49% secara month to month dari USD10,3miliar menjadi USD12 miliar.

"Ada kenaikan impor karena memasuki bulan Ramadan," katanya. [lat]

Komentar

 
x