Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:12 WIB

Daya Saing Infrastruktur Angkat Kesejahteraan

Oleh : - | Kamis, 15 Juni 2017 | 17:14 WIB
Daya Saing Infrastruktur Angkat Kesejahteraan
(Foto: pu.go.id)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - The Global Competitiveness Report 2016-2017 yang dikeluarkan World Economic Forum menunjukkan daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 60, naik dua peringkat dari data 2015-2016, namun masih tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Hal ini harus menjadi fokus perhatian bersama, mengingat daya saing menjadi faktor utama bagi Indonesia untuk dapat mengambil peran aktif pada perdagangan internasional.

"Daya saing akan mengantar kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menghasilkan devisa melalui ekspor barang dan jasa, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan Negara dan kesejahteraan rakyat," demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib pada pembukaan Focus Group Discussion Forum Nasional Strategi Peningkatan Produktivitas Konstruksi Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (15/6/2017) di Jakarta.

Untuk itulah perlu strategi pembinaan sektor konstruksi yang tepat, sehingga mampu meningkatkan produktivitas konstruksi dalam rangka mendorong daya saing. Hal ini sangat penting mengingat infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu tingkat daya saing Nasional. Infrastruktur yang terintegrasi dan berkualitas akan menunjang aspek konektivitas yang memudahkan pergerakan barang, jasa, dan manusia, serta berdampak pada efisiensi biaya transportasi dan logistik.

"Dengan adanya konektivitas rakyat lebih terjamin keamanannya dan lebih meningkat kesejahteraannya, sebab dengan konektivitas seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kemudahan akses untuk memperoleh kebutuhan dasar," terang Yusid.

Sektor konstruksi tercatat menempati posisi ketiga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang 2016, dengan kontribusi sebesar 0,51 %, setelah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Bahkan Data Badan Pusat Statistik mengemukakan bahwa sektor konstruksi berkontribusi cukup signifikan sebesar 10,38 persen di dalam membentuk Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan daya saing yang semakin meningkat akan turut meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Forum Nasional Investasi Infrastruktur pada tahun 2016 lalu, bahwa Pemerintah saat ini mendorong investasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Untuk meningkatkan produktivitas konstruksi Infrastruktur, Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR tidak mungkin melaksanakannya sendiri. Perlu keterlibatan seluruh stakeholders konstruksi dan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itulah Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi berupaya untuk mengikutsertakan peran Stakeholder terkait lainnya, mengingat sektor ini mencakup ruang lingkup yang sangat luas, sebagaimana tergambarkan di dalam indikator pilar daya saing terpilih, seperti kelembagaan, pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi perdagangan barang, efisiensi tenaga kerja, kesiapan teknologi, maupun pencapaian inovasi. Peran aktif stakeholder lain yang lebih berkompeten akan mendukung tersusunnya suatu strategi peningkatan produktivitas konstruksi yang tepat sasaran.

Dengan alasan tersebut perlu Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR merancang strategi peningkatan produktivitas konstruksi melalui kegiatan Forum Nasional Strategi Peningkatan Produktivitas Konstruksi Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan. Forum Nasional tersebut dimaksudkan untuk menggerakkan seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) di industri konstruksi Nasional agar dapat bersama-sama mengupayakan peningkatan daya saing sektor konstruksi yang pada akhirnya dapat berkontribusi di dalam meningkatkan daya saing Nasional pada Global Competitiveness Index.

Melalui Forum Nasional ini, diharapkan akan tersusun suatu gambaran yang lengkap mengenai potret kondisi sektor konstruksi Indonesia khususnya yang terkait dengan indikator pilar daya saing beserta akar permasalahannya yang diperkuat dengan data, fakta, dan temuan, sehingga pada akhirnya dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas tindakan yang terukur sebagai langkah nyata bagi memastikan industri konstruksi Nasional semakin produktif dan berujung kepada peningkatan daya saing global. [pu.go.id]

Komentar

 
x