Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:07 WIB

Sepanjang 2017, Industri Pengelolaan Cukup Agresif

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 16 Juni 2017 | 02:39 WIB
Sepanjang 2017, Industri Pengelolaan Cukup Agresif
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Sairi Hasbullah - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat positifnya pergerakan industri pengolahan di Indonesia. Ada kenaikan 16,2% ketimbang 2016.

"Tentu saja yang paling berpengaruh terhadap ekonomi adalah nonmigasnya. Yang membanggakan ekspor industri pengolahan naik, dari US$44,1 miliar menjadi US$51,3 miliar naik 16,2 persen dibanding Januari-Mei 2016 lalu," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Sairi Hasbullah di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Merujuk data BPS, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB pada 2016, sebesar 20,51%. Yang terdiri dari industri pengolahan non-migas 18,20%, serta industri pengolahan batubara dan pengilangan migas sebesar 2,31%.

"Karena share ekspor nonmigas 90,79 persen. Sementara ekspor industri 75,11 persen, tambang 13,56 persen, migas 9,21 persen, dan pertanian 2,12 persen. Artinya dominasi ekpsor kita ada di industri pengolahan," kata Sairi.

Pada Mei 2017, lanjut Sairi, kontribusi industri pengelolaan adalah yang terbesar. rinciannya, nilai ekspor migas mencapai US$1,27 miliar. Sedangkan sektor pertanian senesar US$0,31 miliar, industri pengolahan US$10,75 miliar, dan pertambangan US$1,95 miliar. [ipe]

 
x