Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:32 WIB

Susi Akui Kartel Garam Luar Biasa di Indonesia

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 16 Juni 2017 | 17:00 WIB
Susi Akui Kartel Garam Luar Biasa di Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bilang, kartel pangan di Indonesia sudah luar biasa, khususnya soal tata niaga garam.

"Kita tahu kartel pangan di Indonesia luar biasa, tidak mudah untuk menghentikannya," kata Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Mina Bahari (GMB) IV di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Kata Susi, kebijakan pemerintah ke depan adalah tetap meningkatkan kesejahteraan petambak garam serta BUMN PT Garam diharapkan dapat mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. "Semuanya terjadi lantaran industri yang terkait dengan komoditas pergaraman tetap harus diatur dan bila tidak diatur maka sama juga bohong," paparnya.

Mengenai kasus penyimpangan importasi dan distribusi dengan tersangka Dirut PT Garam, Susi menyatakan sedang menunggu hasil penyidikan kepolisian.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menegaskan, kebijakan impor garam diminta tidak mengorbankan jerih payah petambak di berbagai daerah. "Impor garam mencerminkan minusnya keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan petambak garam di Indonesia," kata Halim.

Halim mengingatkan, pengendalian impor komoditas garam sudah tertuang dalam UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Penyidik Polri telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton. Puluhan saksi tersebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan, PT Garam dan dari perusahaan garam yang membeli garam dari PT Garam.

Achmad Boediono yang merupakan Dirut PT Garam (Persero) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton. [ipe]

Komentar

 
x