Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:03 WIB

Ditelikung Dirut Garam, Menteri Susi Angkat Bicara

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 17 Juni 2017 | 04:29 WIB
Ditelikung Dirut Garam, Menteri Susi Angkat Bicara
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kasus penyalahgunaan importasi garam yang menyeret Direktur Utama PT Garam (Persero), Achmad Boediono, mendapat perhatian serius Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kata Susi, penyalahgunaan izin impor garam itu, akibat ketidakjelasan aturan. "Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 tentang impor garam seharusnya dirubah, sekarangkan ambigu," kata Susi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Susi bilang, Permendag 125/2015 itu, harus dirubah. Hanya saja, dia belum mau mengungkapkan poin mana yang harusnya dirombak. "Kami belum tahu karena kasusnya masih penyidikan, apakah permainan di dalam atau di luar," kata Susi.

Susi menjelaskan, beleid tersebut, seharusnya bertujuan untuk menjaga kepentingan petani garam di dalam negeri. Bukan malah menyuburkan praktik kartel yang mematikan petani garam. "Kartel pangan memang tidak mudah dihentikan. Tapi itu tidak boleh menyurutkan pemerintah memperbaiki tata niaga pangan," ujar Susi.

Sekedar mengingatkan, kasus PT Garam ini bermula saat perseroan mendapat tugas mengimpor 226 ribu ton garam konsumsi pada 2017. Selanjutnya, PT Garam mengajukan izin impor tahap pertama sebanyak 75 ribu ton.
Namun, Dirut PT Garam Achmad Boediono diduga merubah izin impor konsumsi menjadi garam industri. Padahal, Susi hanya memberi izin impor untuk garam konsumsi. [ipe]

 
x