Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:07 WIB

Jonan Kerek Anggaran Pembangunan Fisik Jadi 51%

Oleh : - | Sabtu, 17 Juni 2017 | 07:09 WIB
Jonan Kerek Anggaran Pembangunan Fisik Jadi 51%
Menteri ESDM, Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertekad membelanjakan 51% anggaran 2018 untuk pembangunan fisik. Yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan bilang, porsi 51% dari anggaran Kementerian ESDM atau setara Rp3,3 triliun, memang akan dialokasikan untuk proyek fisik. Hal ini sudah diusulkan dan disepakati dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (15/6/2017).

Dalam rapat tersebut juga diputuskan pagu indikatif Kementerian ESDM 2018 sebesar Rp6,5 triliun. "Idealnya belanja publik fisik itu sekitar 51 persen. Memang ini sesuai arahan Bapak Presiden juga," kata Jonan melalui rilis kepada media di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Jonan bilang, dari pagu anggaran tersebut, Kementerian ESDM mengalokasikan 51% atau setara Rp3,3 triliun untuk belanja publik. Sisanya yang 15%, atau Rp1,1 triliun diperuntukkan belanja publik nonfisik. Dan, sebesar 34%, atau Rp2,2 triliun dialokasikan untuk belanja aparatur.

Untuk belanja aparatur atau gaji pegawai, Jonan mengatakan, tetap dimasukkan dalam anggaran. Namun, jika ada penghematan akan digunakan untuk pengawasan.

Dalam hal ini, mantan menteri perhubungan ini meyakinkan, perubahan anggaran belanja publik fisik, merupakan bentuk pertanggungjawaban untuk pengelolaan sektor ESDM yang lebih baik. "Pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa apa yang kita berikan kepada masyarakat ini jauh lebih besar," kata Jonan.

Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu menyambut baik usulan Jonan tentang alokasi 51% anggaran untuk belanja pembangunan fisik. "Usulan ini sangat ideal 51 persen. Bisa dibilang mayoritas saham di Kementerian ESDM itu pemiliknya rakyat," kata Gus Irawan.

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan pagu indikatif 2018 kepada Komisi VII DPR. Rinciannya, 42% untuk belanja pembangunan fisik, 39% belanja aparatur, dan 19% untuk belanja publik nonfisik. Artinya, porsi pembangunan fisik mengalami kenaikan 9%. [tar]

 
x