Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 22:26 WIB

Perkuat CAR, BNI Syariah Minta Suntikan Sang Induk

Oleh : - | Jumat, 16 Juni 2017 | 21:55 WIB
Perkuat CAR, BNI Syariah Minta Suntikan Sang Induk
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firma Wibowo - (Foto: Istimewa)
facebook twitter


INILAHCOM, Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mengharap suntikan modal dari induk sebesar Rp1 triliun. Mengantisipasi turunnya rasio kecukupan modal (CAR) untuk ekspansi perseroan.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firma Wibowo mengatakan, saat ini, CAR BNI Syariah mencapai 14,45%. Dengan tambahan modal Rp1 triliun, maka CAR perseroan bisa terkantrol menjadi 16,5%.

"Harapan kami sampai akhir tahun dengan melihat ekspansi seperti ini, masih ada sekitar Rp2 triliun lagi kita ekspansi, kemungkinan kita punya CAR bisa turun sampai 2 persen. Tambahan modal tersebut untuk me-maintain tingkat minimum modal sesuai 'risk appetite' kita di kisaran 14 persen. Suntikan modal kita harapkan secepatnya, kalau bisa bulan ini lebih baik," ujar Firman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Saat ini, modal inti BNI syariah, mencapai Rp2,8 triliun. Dengan tambahan modal tersebut bakal mempercepat upaya BNI Syariah menjadi bank BUKU III, atau bank bermodal inti minimum Rp5 triliun.

"Setiap kita lakukan ekspansi sebesar Rp1 triliun, CAR kita bisa berkurang 0,3 - 0,4 persen. Sehingga kalau seandainya kita dapat tambahan Rp2 triliun, kita bisa tetap menjaga permodalan kita," kata Firman.

Firman menuturkan, untuk memacu pertumbuhan bisnis perseroan lebih cepat, memang dibutuhkan strategi anorganik, baik melalui partner strategis ataupun dengan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

"Apabila price value kita bagus, kita bisa IPO, tapi kita harus online dan dapat approve dari shareholder kita, yaitu pemilik kita BNI. Untuk IPO sendiri tahun ini baru penjajakan, mungkin tahun depan," ujar Firman.

Apabila BNI Syariah telah masuk kategori bank BUKU III, lanjut Firman, maka perseroan dapat melakukan operasi bisnis di luar negeri dan memanfaatkan kantor cabang, perwakilan, dan agensi remiten yang ada.

Oleh karena itu, ia mengharapkan perseroan dapat sesegera mungkin mendapatkan tambahan modal agar bisa masuk ke BUKU III. "Misalnya modal kita bisa capai modal BUKU III, saat ini modal kita Rp2,8 triliun, kalau kita untung Rp250 miliar per tahun. Untuk capai Rp5 triliun kan butuh waktu delapan tahun, sehingga kita butuh strategi anorganik," kata Firman. [tar]

Komentar

 
x