Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 15:50 WIB

Trem Siap Kelilingi Kota Surabaya Pada 2020

Oleh : - | Sabtu, 17 Juni 2017 | 08:19 WIB
Trem Siap Kelilingi Kota Surabaya Pada 2020
Transportasi trem - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Untuk merealisasikan trem di Kota Surabaya, kementerian perhubungan mematok 2020 sudah rampung. Mudah-mudahan tidak meleset.

"Kami mulai tahun ini. Bu Risma ini kalau sudah diajak mulai, tidak usah diminta sudah mulai. Inginnya secepatnya. Tahun 2018 nanti langsung kencang (pengerjaannya), syukur-syukur 2019 sudah selesai," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono usai bertemu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Jumat (16/6/2017).

Kata Prasetyo, proyek trem dibiayai APBN dan dibangun oleh pemerintah pusat. Sementara PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertindak sebagai operator trem yang berbasis rel KA di jalan raya dan tengah kota.

"Ini judulnya khan reaktivasi. Sudah ada jalur trem di sini. Kalau reaktivasi ini, prasarananya milik negara. Jadi, ini dibangun lagi oleh negara. PT KAI sebagai operator yang mengoperasikan," kata Prasetyo.

Jika trem ini terwujud, kata Prasetyo, maka Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang kembali memiliki moda transportasi trem.

Di era Kolonialis Belanda membangun jaringan kereta api dan trem di sejumlah kota besar. Tujuannya untuk mengantisipasi transportasi untuk jumlah penduduk yang diperkirakan meningkat tajam.

Dalam perkembangannya, trem 'dimatikan' oleh pemerintah Indonesia. Sebagai gantinya, dibangun jalan raya dan jalan tol, serta sarana transportasi pribadi yakni mobil.

Melanjutkan keterangan, Prasetyo bilang, pendanaan trem menggunakan APBN. Pada 2017 dianggarkan Rp100 miliar.

Sementara Risma menyampaikan, persiapan yang sudah dilakukan di antaranya, persiapan 'menghidupkan kembali' jalur trem di Jalan Tunjungan, sebagai lokasi awal pengerjaan trem. Serta menyiapkan lahan di kawasan Simpang Dukuh untuk pengalihan lalu lintas, serta pengecilan berem jalan.

"Sudah kami siapkan. Kami sudah melakukan pengukuran, termasuk pengalihan arus. Saya pimpin sendiri untuk pembongkaran bangunan yang sudah kami ganti rugi untuk pelebaran jalan," ujar Risma. [tar]

 
x