Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 15:48 WIB

Utang Tinggi, Tiap Bayi Lahir Berutang Rp16 Juta

Oleh : - | Selasa, 20 Juni 2017 | 06:09 WIB
Utang Tinggi, Tiap Bayi Lahir Berutang Rp16 Juta
(Foto: Inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) mencatat tiap rakyat Indonesia termasuk bayi, harus menanggung beban utang sebesar Rp16 juta.

"Perhitungan ini didapat dari jumlah utang kita yang sudah mencapai Rp4.274 triliun dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia sekarang sebanyak 257 juta orang," kata Ketua Umum AKSES, Suroto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kondisi itu, kata dia, bisa membahayakan ekonomi Indonesia secara umum karena struktur ekonominya hingga kini masih didominasi pelaku usaha besar. Dicontohkan, hanya 0,02% penduduk Indonesia yang menguasai Rp3.100 triliun, atau setara 25% total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Kenapa ini sangat berbahaya? Sebab perilaku orang kaya di Indonesia itu suka menumpuk hartanya di luar negeri, namun meninggalkan utang di dalam negeri ketika terjadi krisis ekonomi," kata Suroto.

Terlebih ia menilai banyak infrastruktur yang dibangun saat ini cenderung difungsikan untuk mendorong faktor "endorsement" bagi kelancaran investasi asing di Indonesia. "Padahal kita tahu mereka itu hanya ingin mengeksploitasi sumber daya alam kita dan hanya satu tanggung jawabnya, keuntungan," kata Suroto.

Suroto menambahkan, investor yang ada cenderung memilih masuk ke sektor komoditas ekstraktif dan menguasai sektor tertier terutama perbankan. "Sementara sektor pangan dan energi kita tetap akan mereka kendalikan. Kita disandera agar tetap sebagai pasar," kata Suroto.

Sementara Amerika Serikat sudah mengirimkan sinyalemen untuk segera merevisi kebijakan moneter mereka membuat celah investor masuk ke Indonesia jadi semakin kecil, kata Suroto. [tar]


 
Embed Widget

x