Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:44 WIB

Serapan Anggaran Pemprov Jabar 2016 Catat Sejarah

Oleh : - | Kamis, 22 Juni 2017 | 00:39 WIB
Serapan Anggaran Pemprov Jabar 2016 Catat Sejarah
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Realisasi pendapatan daerah Pemprov Jawa Barat dalam APBD 2016 mencapai Rp 27,69 triliun. Atau 104,54% dari target sebesar Rp26,49 triliun.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan terlihat semringah saat menyampaikan Nota Pengantar Gubernur Jawa Barat tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2016 dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung, Rabu (21/6/17).

Kata Aher, sapaan akrabnya, komponen pendapatan daerah berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sampai dengan 31 Desember 2016.

Dijelaskan, penerimaan daerah dari PAD terealisasi Rp17,04 triliun. Atau setara 104,77% dari target dalam APBD 2016 sebesar Rp16,26 triliun.

Sesuai struktur pendapatan daerah, penerimaan PAD bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Sedangkan penerimaan dari pajak daerah pada 2016 mencapai Rp15,72 triliun, atau 104,76% dari target sebesar Rp15,01 triliun. Sedangkan retribusi daerah mencapai Rp73,56 miliar, atau 105,17% dari target Rp69,94 miliar.

Untuk penerimaan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, mencapai Rp322,40 miliar. Atau 96,34% dari target Rp334,65 miliar. Penerimaan dari lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp919,44 miliar. Atau setara 108,31% dari target Rp848,87 miliar.

Selanjutnya, realisasi pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan, mencapai Rp10,62 triliun. Atau sebesar 104,19% dari target Rp10,19 triliun. Pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan ini berasal dari dana bagi hasil pajak mencapai Rp1,39 triliun, lebih 136,82% dari target Rp1,02 triliun.

Realisasi dana bagi hasil bukan pajak mencapai Rp380,83 miliar, atau setara 101,71% dari target Rp374,42 miliar. Dana Alokasi Umum terealisasi Rp1,24 triliun, atau 122,21% dari anggaran yang ditetapkan Rp1,02 triliun. Penerimaan dari Dana Alokasi Khusus mencapai Rp7,59 triliun, atau 97,66% dari anggaran yang ditetapkan Rp7,77 triliun lebih.

Sedangkan pendapatan dari lain-Lain PAD yang Sah mencapai Rp28,46 miliar, atau setara 99,30% dari target Rp28,66 miliar. Penerimaan ini berasal dari Pendapatan Hibah Rp23,46 miliar, 99,16% dari target Rp23,66 miliar lebih. Pendapatan dari dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp5 miliar, atau 100% dari target.

Soal serapan anggaran Pemprov Jabar, Aher bilang, meningkat hingga 93,66%. Capaian ini terbesar sepanjang sejarah Jawa Barat berdiri. "Dari sisi pendapatan rata-rata pendapatan kita surplus ya. Dari sisi belanja, belanja kita optimal. Penyerapan kita 93,66 persen terbesar sepanjang sejarah Jawa Barat," kata Aher.

Belanja daerah terealisasi Rp27,62 triliun, atau setara 93,66% dari alokasi anggaran Rp29,49 triliun. Sementara belanja tidak langsung direalisasikan Rp21,7 triliun, atau 95,36% dari alokasi anggaran Rp22,80 triliun.

Realisasi belanja tidak langsung, selain belanja pegawai didalamnya termasuk realisasi belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa, serta belanja tidak terduga.

Sedangkan belanja langsung terrealisasi Rp5,87 triliun. Atau 87,86% dari alokasi anggaran Rp6,68 triliun. "Ini menunjukkan bahwa kualitas perencanaan kita bagus. Kemudian para petugas pelaksana APBD, baik itu di sektor keuangan maupun sektor fiskal, di sektor pembangunan atau belanja sangat bagus," tutur Aher.

Dalam nota pengantar ini, disampaikan pula Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) hingga 31 Desember 2016. Di mana, SAL asal sebesar Rp3,48 triliun lebih. Penggunaan SAL sebagai penerimaan pembiayaan tahun berjalan sebesar Rp3,48 triliun. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp3,34 triliun. Dan, SAL akhir disepakati Rp3,34 triliun.

"Sisa anggaran lebih bukan didominasi oleh karena tidak terlaksananya anggaran. Tapi sisa anggaran ini lebih didominasi oleh penghematan dan surplus pendapatan," pungkas Aher. [ipe]

 
Embed Widget

x