Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:39 WIB

Industri Petrokimia Jerman Ingin Gas Bisa US$3,7

Oleh : - | Kamis, 22 Juni 2017 | 01:29 WIB
Industri Petrokimia Jerman Ingin Gas Bisa US$3,7
Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka di Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono - (Foto: kemenperin)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pabrikan petrokimia asal Jerman, Ferrostaal ingin harga gas bisa ditekan hingga US$3,7 per Million British Thermal Unit (MMBTU) di Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua.

Patokan harga itu sesuai hasil studi kelaikan (Feasibility Studies/FS) yang dilakukan Ferrostaal. "Jadi, di FS mereka, harga mereka keekonomiannya US$3,7 per MMBTU," kata Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka di Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Sigit menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menerima Presiden Direktur PT Ferrostaal Indonesia, Radja Pasaribu, Ferrostaal Topsoe Project, Rasmus Breivik dan Perwakilan dari Haldor Topsoe A/S, Jack Carstensen.

Ferrostaal, dikemukakan Sigit, ingin Pemerintah RImemfasilitasi negosiasi dengan penyedia gas di Teluk Bintuni, yakni BP dan Genting Oil Kasuri. "Makanya, itu kan ada beberapa alternatif. Mereka juga mengungkapkan kalau bisa mereka juga menggunakan fasilitas jetty atau pelabuhan yang ada di BP. Nah, itu kan harus ada pembicaraan dulu," kata Sigit.

Pembangunan industri petrokimia di Bintuni diawali oleh PT Pupuk Indonesia yang menggandeng Ferrostaal dengan investasi US$2,5 miliar. Industri petrokimia di Bintuni direncanakan akan menghasilkan metanol sebanyak 1,8 juta ton, etilen 293.000 ton, propilen 411.000 ton, dan polipropilen 433.000 ton per tahun. [tar]

 
x