Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:53 WIB

Ini Yang Bikin Beras Indonesia Termahal di ASEAN

Oleh : - | Jumat, 23 Juni 2017 | 10:11 WIB
Ini Yang Bikin Beras Indonesia Termahal di ASEAN
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) menilai, pengunaan pupuk di Indonesia sangatlah berlebihan. Alhasil, biaya tanam naik, harga beras pun termahal di Asia Tenggara (ASEAN).

"Vietnam dan Thailand lebih murah karena kepemilikannya lebih luas, kedua, penggunaan pupuk rendah karena mereka mengandalkan banjir sungai Mekong. Mungkin penggunaannya hanya sepersepuluh dari kita," kata Ketua Perpadi, Soetarto Alimoeso dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Selanjutnya, mantan Dirut Bulog ini, mencontohkan mubadzirnya penggunaan pupuk padi di Indonesia. Sebut saja Karawang, satu hektar sawah ditaburi pupuk sebanyak 500 kilogram.

Berbeda jauh dengan negara tetangga, semisal Vietnam dan Thailand. Di sana, penggunaan pupuknya hanya satu per sepuluh dari rata-rata penggunaan pupuk di Indonesia. Akibat penggunaan pupuk yang tinggi, membuat ongkos produksi gabah di tingkat petani menjadi lebih mahal.

Selain itu, kepemilikan lahan pertanian Vietnam dan Thailand juga jauh lebih luas dibandingkan lahan Indonesia yang semakin terkonversi atau alih fungsi menjadi lahan perkebunan.

"Petani padi kita umumnya petani sambilan. Oleh karenanya rata-rata luas lahannya sangat sempit. Kalau dibanding dengan negara ASEAN umumnya, beras kita memang terlalu mahal. Kenapa? karena lahannya sempit," ungkap Soetarto.

Seperti diketahui, organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat harga beras Indonesia lebih tinggi dibandingkan harga beras internasional. Ada pun harga beras Indonesia pada 2016 berada di level 1 dolar AS per kilogram (kg), sedangkan harga beras rata-rata internasional sekitar US$0,4 per kg. [tar]

 
x