Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:52 WIB

BPS Ungkap Pemantik Inflasi Tinggi di Bulan Juni

Oleh : Uji medianti | Senin, 3 Juli 2017 | 15:28 WIB
BPS Ungkap Pemantik Inflasi Tinggi di Bulan Juni
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang Juni 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,69%. Ada sejumlah faktor yang memicu angka inflasi yang cukup jumbo ini. Apa saja?

Kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, inflasi Juni 2017 sebesar 0,69% lantaran dipantik kenaikan sejumlah tarif yakni listrik, angkutan udara dan angkutan antarkota. "Inflasi Juni 0,69 persen terutama dipengaruhi oleh penyesuaian tarif listrik, angkutan udara dan angkutan antarkota," kata kecuk di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Kecuk mengatakan, kenaikan tarif ketiga komponen itu (administered price), mendorong naik inflasi sebesar 2,1%. Sedangkan, inflasi dari harga bahan makanan (volatile food), relatif terkendali di level 0,65%. Artinya, pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga pangan selama Bulan Puasa hingga Lebaran. "Bahan makanan relatif terkendali dan kenaikan harga bahan makanan pada periode ini seperti tahun lalu tidak terjadi," papar Kecuk.

Kecuk menambahkan, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi di antaranya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,27%, diikuti kelompok sandang sebesar 0,78%.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar ikut menyumbang inflasi 0,75%; kelompok bahan makanan 0,69%; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,39%. "Bahan makanan masih menyumbang inflasi dari kenaikan harga sayur-sayuran yang andilnya kecil-kecil. Namun kenaikan tinggi harga beras dan daging tidak terjadi pada Lebaran," kata Kecuk.

Penyumbang inflasi lainnya, lanjut Kecuk, adalah kelompok kesehatan sebesar 0,34%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07%. "Kelompok pendidikan tidak mempunyai andil dalam inflasi Juni, karena belum mulai masuk tahun ajaran baru. Dampaknya baru terlihat pada inflasi bulan depan," ujar Kecuk.

Secara umum, komoditas yang mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi pada Juni 2017 adalah tarif listrik, tarif angkutan udara, tarif angkutan antarkota, ikan segar, bawang merah, daging ayam ras, pepaya dan emas perhiasan.

Komoditas lainnya adalah beras, ayam hidup, daging ayam kampung, daging sapi, ikan diawetkan, bayam, kacang panjang, kangkung, kentang, ketimun, tomat sayur, wortel, kelapa, kue kering berminyak, mie, nasi dengan lauk dan kopi manis.

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dan menekan inflasi adalah cabai merah, bawang putih, cabai rawit, cat tembok dan mesin cuci.

Dengan tingkat inflasi Juni 2017 sebesar 0,69%, maka laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2017) mencapai 2,38%. Sementara inflasi dari tahun ke tahun (yoy) tercatat 4,37%.

Dari 82 kota IHK, sebanyak 79 kota menyumbang inflasi dan hanya tiga kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 4,48%, dan terendah di Merauke sebesar 0,12%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 0,64%, dan deflasi terendah terjadi di Denpasar sebesar 0,01%. [ipe]

 
Embed Widget

x