Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:43 WIB

Pasca Lebaran, Pebisnis Sayur Cianjur Tekor Besar

Oleh : - | Senin, 3 Juli 2017 | 16:09 WIB
Pasca Lebaran, Pebisnis Sayur Cianjur Tekor Besar
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Cianjur - Sepanjang arus mudik hingga balik Lebaran 2017, pebisnis sayur mayur di Cianjur, Jawa Barat, mengalami kerugian yang lumayan besar. Semuanya karena macet di mana-mana.

Ya, tekor besar yang dialami para pebisnis sayuran itu lantaran busuknya sayuran. Karena terlalu lama macet, produk dagangan mereka membusuk, dan harus dibuang.

"Beberapa kali polisi memberlakukan sistem buka tutup dan satu jalur, sehingga arus sering terhenti untuk beberapa jam, sehingga sayur yang kami bawa tidak lagi segar bahkan sudah membusuk sebelum sampai," kata Ujang Ibin (40), pemasok sayuran di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (2/7/2017).

Ujang menuturkan, saat musim mudik hingga arus balik, pemasok sayuran di Agro Cigombong, Cipanas, kesulitan mendistribusikan barang karena antrean panjang kendaraan yang terjadi setiap harinya di Jalur Puncak-Cipanas. "Saya biasa mengirim sayuran ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta, selama menjelang dan setelah lebaran, pendistribusian menjadi sulit karena macet total terjadi," kata Ujang.

Macet total membuat pendistribusian tidak dapat dilakukan setiap saat seperti hari biasa, akibatnya sayuran yang berada di terminal sayuran Cigombong mengalami kerusakan hingga membusuk. Sayuran yang cepat membusuk seperti sawi putih, sawi hijau, tomat dan sayuran dengan kadar air tinggi lainnya. "Ada yang sampai busuk di terminal Cigombong, ada juga yang busuk di jalan. Jadi kadang ketika sampai hanya setengahnya yang diterima pemesanan karena melihat kondisi bagus atau tidak," kata Ujang.

Ujang menilai, satu pemasok biasanya mendapat untung dari setiap pengiriman Rp3 juta sampai Rp5 juta, namun selama musim mudik dan balik pemasok pmengalami kerugian yang cukup besar."Tinggal ditotalkan saja, berapa kerugian selama beberapa hari tidak mengirim," kata Ujang.

Dia dan puluhan pemasok di Agro Cigombong, berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jalur Puncak II sebagai solusi kemacetan yang setiap tahun terjadi di wilayah tersebut agar perekonomian warga tetap berjalan dengan lancar.[tar]

 
x