Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:36 WIB

Airlangga Tagih Investasi ke Negeri Gingseng

Oleh : - | Selasa, 4 Juli 2017 | 14:30 WIB
Airlangga Tagih Investasi ke Negeri Gingseng
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada 3-6 Juli 2017. Agendanya menagih janji investasi sejumlah perusahaan Korsel.

Di negeri Gingseng, Airlangga bakal bertemu petingggi Lotte dan LG. Selain itu, Airlangga bakal meninjai pabrik baja Posco, dan berbicara dalam forum ASEAN Leadership Conference.

Kata Airlangga, janji investasi dari Lotte Chemical Titan perlu segera direalisasikan. Di mana, Lotte berkomitmen membangun industri naphtha cracker berkapasitas 2 juta ton per tahun. Nilai investasinya senilai US$3-4 miliar.

"Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lain," kata Airlangga dikutip dari laman kemenperin.go.id, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Saat ini, lanjut Airlangga, kemenperin membidik investasi sektor petrokimia yang menjadi salah satu prioritas. Karena berperan penting dalam memasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.

Agar investasi sektor ini mengallir deras, kata politisi Golkar ini, kemenperin telah menyorongkan sejumlah usulan. Salah satunya adalah gas murah. "Dengan harga gas yang kompetitif, daya saing industri petrokimia nasional makin meningkat," kata Airlangga.

Selain itu, lanjut Airlangga, sektor strategis lainnya adalah industri baja. Upaya ini mendorong pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten terus dilakukan. Targetnya, produksi baja di klaster tersebut bisa 10 juta ton pada 2025.

Dan, Posco yang dikenal sebagai industri baja terkemuka di Korsel siap joint dengan PT Krakatau Steel (KS), merealisasikan klaster baja di Cilegon.

Saat ini, kapasitas produksi PT KS digabungkan PT Krakatau Posco (patungan PTKS dan Posco) mencapai 4,5 juta ton. Akan meningkat dengan beroperasinya pabrik HSM#2 berkapasitas 1,5 juta ton pada akhir 2019. Sehingga total produksinya akan mencapai 6 juta ton.

Itu berarti, hanya perlu menambah 4 juta ton untuk mencapai proyek 10 juta ton dari klaster tersebut. Klaster baja Cilegon ini bakal menghasilkan baja gulungan untuk konstruksi, baja lembaran untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, mobil, hingga baja lembaran berkualitas tinggi.

Sementara dalam kegiatannya menjadi nara sumber pada ASEAN Leadership Conference, Airlangga akan mamaparkan mengenai perkembangan terkini industri di Indonesia termasuk program dan kebijakan pengembangannya serta tentang roadmap Industri 4.0 dan transformasi pendidikan vokasi industri.

Sejumlah pejabat Kemenperin yang ikut mendampingi kunjungan kerja Menperin yakni Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan. [tar]

 
x