Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:29 WIB

Warga Ulayat Papua tak Sabar Garap Kebun Sawit

Oleh : - | Rabu, 5 Juli 2017 | 15:36 WIB
Warga Ulayat Papua tak Sabar Garap Kebun Sawit
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Papua - Masyarakat ulayat Kabupaten Merauke, Papua, tak sabar untuk segera mengelola lahan sawit miliknya. Melalui program pengelolaan kebun masyarakat diharapkan mampu menggenjot kesejahteraan rakyat.

Hendrikus Mahuze, Ketua Adat ulayat yang juga Tuan Dusun di Kampung Kindiki, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Papua, mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana program kebun sawit masyarakat.

Ia berharap, pola kerjasama antara pemilik ulayat dengan pihak perusahaan sawit yang berada di Merauke, bisa segera dilaksanakan. "Dengan berkurangnya aktivitas perusahaan saat ini karena penghentian sementara perluasan lahan akibat kampanye negatif LSM asing, menyebabkan turunnya juga pendapatan masyarakat," ujar Hendrik di Papua, Rabu (5/7/2017).

Untuk itu, menurut Hendrik, masyarakat dan termasuk karyawan, berharap, moratorium dicabut. Agar masyarakat bisa bekerja normal. Dengan dibukanya lahan kebun sawit masyarakat ini, nantinya akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas dan mampu menambah penghasilan masyarakat.

Sementara itu, Frederikus Mahuse, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Okaba mengatakan, jika program itu membawa kebaikan kepada masyarakat, dirinya akan mendukung penuh. Pihak LMA mengingatkan perusahaan untuk memenuhi hak-hak ulayat masyarakat. Selain itu juga untuk menentukan lahan masyarakat perlu dipertimbangkan dilakukan upacara adat.

Sebelumnya, salah satu perusahaan sawit di Merauke mengungkapkan komitmennya untuk memberikan 20% dari lahan Hak Guna Usaha Sawit miliknya di Papua menjadi lahan untuk program kebun sawit rakyat. Selanjutnya, lahan tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh para pemilik ulayat. Dalam hal pembagian yang proporsional, baik itu kepada anggota marga maupun sub marga nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada ketua marga yang memiliki kewenangan penuh.

Peneliti dari Pusat Kajian Biodiversitas dan Rehabilitasi Hutan Tropis (BIOREF) Institut Pertanian Bogor (IPB), Syueb Abuhanifah mengatakan, jika perusahaan berhasil menerapkan di Papua, akan menjadi sebuah model baru dan pertama kali di Indonesia yang menerapkan kebun masyarakat di lahan ulayat.

"Model ini berbeda dengan sistem plasma pada umumnya karena karakteristik kemilikan lahan di Papua. Kepemilikan lahan itu adalah lahan ulayat, jadi berbeda dengan lahan perkebunanKelapa sawit pada umumnya," ujar Syueb. [tar]

 
x