Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:53 WIB

Proyek KA Jakarta-Surabaya Sedang Hitung Tikungan

Oleh : - | Rabu, 5 Juli 2017 | 16:00 WIB
Proyek KA Jakarta-Surabaya Sedang Hitung Tikungan
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bilang, kajian proyek revitalisasi jalur kereta api rute Jakarta-Surabaya, terus berkembang. Lantaran banyaknya tikungan di rute tersebut.

Luhut mengatakan, karena banyaknya tikungan, Kemenko Kemaritiman terus melakukan pendalaman mulai dari skema tenaga penggerak kereta hingga rute baru. "Pertanyaannya ternyata setelah dilihat, tikungannya lebih dari 100. Biayanya jadi naik juga. Apakah kita mau buat rute baru karena lalu lintas ke Surabaya juga banyak mulai dari RoRo, kereta, jalan tol. Ini kita hitung. Apakah mau elektrik atau diesel," kata Luhut di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Kata Luhut, studi kelayakan yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Kementerian Perhubungan dan Jepang juga terus berlanjut. Studi kelayakan sudah mencapai 20%.

Ia melanjutkan, jika menggunakan tenaga diesel, kecepatan yang dihasilkan maksimal bisa mencapai 150 km per jam. "Kalau listrik baru bisa (cepat)," kata politisi Partai Golkar ini.

Ada pun terkait rute, Luhut mengaku masih harus terus melakukan kajian dan diharapkan hasilnya bisa keluar dalam tiga pekan mendatang. Terkait pihak yang akan menjadi mitra dalam proyek revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya, Luhut mengaku ada dua negara yang menawarkan diri yakni Jepang dan China.

Jepang sendiri sejak awal telah mendapat preferensi untuk mengerjakan proyek tersebut. Sedangkan China telah mendapatkan proyek serupa untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. "Jepang sangat menawarkan diri. China juga sangat menawarkan. Yang di depan mata saya ya dua itu," kata Luhut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulmafendi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan kajian serta mematangkan sejumlah opsi dalam proyek tersebut.

Saat ini, kata Zulmafendi, diskusi khusus terkait masalah teknis proyek ini, terus dilakukan. "Mungkin akhir Juli atau awal Agustus nanti ketahuan opsinya yang mana, mau kereta cepat yang pakai diesel atau pakai listrik. Skemanya seperti apa," ujar Zulmafendi. [tar]

 
x