Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:52 WIB

Darmin Bantah Potong Anggaran Turunkan Daya Beli

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 6 Juli 2017 | 15:48 WIB
Darmin Bantah Potong Anggaran Turunkan Daya Beli
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menerapkan pengetatan anggaran yang berdampak kepada penurunan daya beli masyarakat. Alhasil, pertumbuhan ekonomi masih seret. Ini kata Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Kata Darmin, pengetatan keuangan melalui pemangkasan anggaran di kementerian dan lembaga (K/L), sejatinya tidak sepenuhnya tepat. Misalnya subsidi listrik, pemerintah sengaja mengurangi jumlah penikmat subsidi karena dinilai banyak yang tidak tepat sasaran. "Penghematan itu kan kita tidak potong kita cuma bilang belanja barang kita alihkan untuk yang lain, yang lebih produktif," kata Darmin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Soal seretnya bisnis ritel yang ditandai dengan bangkrutnya 7-Eleven (Sevel), menurut Darmin, bukanlah indikator yang menunjukan daya beli masyarakat turun. "Apalagi ada yang ngomong itu 7-Eleven ada yang tutup itu cerita lain sama sekali. 7-Eleven mungkin bisnis modelnya tidak mampu bersaing dengan bisnis ritel yang lain," kata Darmin.

Darmin bilang, pemangkasan anggaran mencapai Rp133,8 triliun. Yang meliputi anggaran belanja di K/L, serta transfer ke daerah. Langkah tersebut ditempuh agar kondisi keuangan negara semakin kredibel dalam menopang perekonomian secara untuh. Bukan justru mendistorsi kondisi ekonomi dalam negeri.

"Malah bisa-bisa lebih baik, dia (anggaran yang dialihkan) bisa dialokasikan dari cuma biaya perjalanan yang mungkin jatuhnya ke perusahaan angkutan penerbangan dll. Pengeluaran yang sifatnya produktif," ujar Darmin.[ipe]

 
x