Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:38 WIB

Keuangan Seret, Kemenhub Minta Naik Anggaran 2018

Oleh : - | Kamis, 6 Juli 2017 | 16:09 WIB
Keuangan Seret, Kemenhub Minta Naik Anggaran 2018
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - (Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keuangan negara sedang seretm Kementerian Perhubungan mengusulkan anggaran 2018 sebesar Rp48,48 triliun. Alasanya untuk pembiayaan infrastruktur khususnya kereta api yang belum rampung.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku, usulan anggaran 2018 memang lebih besar ketimbang 2017 yang sebesar Rp46,1 triliun. Di mana, anggaran terbesar untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Perekeratapian sebesar Rp 17,59 triliun.

"Yang paling banyak alokasinya adalah ditjen kereta api. Memang paling banyak inisiatifnya. Khusus soal kereta api, kami membutuhkan anggaran yang relatif lebih. Misalnya untuk LRT (light rail transit), MRT (mass rapid transit), dan sarana-sarana lain," kata Budi di Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Dipaparkan pria berdarah Palembang ini, anggaran 2018 untuk Ditjen Perhubungan Laut, mengalami kenaikan dibanding 2017. Meski kenaikannya tipis dari Rp11,5 triliun menjadi Rp11,6 triliun. Sementara Ditjen Perhubungan Udara, mengusulkan anggaran sebesar Rp9,14 triliun, dan Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp4,5 triliun.

Sedangkan Badan Pelatihan dan Pembangunan Kemenhub diusulkan anggaran sebesar Rp143,8 miliar. Badan Pelatihan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Rp4,5 triliun, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek diusulkan Rp204,7 miliar. "Memang akan ada beberapa bandara baru terutama untuk bandara di daerah terpinggir, terluar, dan juga Papua," kata dia.

Beberapa pembangunan infrastruktur yang direncanakan pada 2018 adalah, pembangunan tipe A di 11 lokasi, rehabilitasi terminal tipe A di delapan lokasi, pembangunan kapal penyeberangan sebanyak 7 unit, pembangunan pelabuhan penyeberang di 16 lokasi.

Ada pula, pembangunan jalan kereta api sepanjang 730 kilometer, peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 45 kilometer, pembangunan bangunan khusus pada stasiun kereta api 1 unit. Ditambah, pembangunan pelabuhan laut di 15 lokasi, pembangunan kapal perintis sebanyak 65 unit, dan penyelesaian pembangunan delapan bandara baru. [tar]

 
x