Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:36 WIB

Penuhi Gas, Petrokimia Disarankan Pakai Batu Bara

Oleh : - | Kamis, 6 Juli 2017 | 17:09 WIB
Penuhi Gas, Petrokimia Disarankan Pakai Batu Bara
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong investor petrokimia untuk menjajaki skema gasifikasi batu bara untuk memenuhi kebutuhannya. Karena lebih efisien dan mendorong dunia usaha.

Direktur Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam bilang, saat ini, suplai gas dunia semakin terbatas. Alhasil, harga gas terus meningkat. Demikian pula harga minyak dunia, bergerak fluktuatif.

"Perusahaan petrokimia yang sekarang beroperasi memang sedang menikmati margin keuntungan tinggi karena harga naphtha sedang jatuh. Tapi nanti saat harga crude oil sampai di level USS70US$80 per barel lagi, untung perusahaan semakin tipis," jelas Khayam di Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Sejak 1980, lanjut Khayam, pemerintah membidik peluang gasifikasi batu bara untuk sektor petrokimia. Saat itu masih belum diminati lantaran harga minyak dan gas masih murah.

Di sejumlah negara produsen petrokimia seperti India dan China, kini, sangat masif mengembangkan gasifikasi batu bara. Dalam 10 tahun terakhir, sebagian besar pabrik di China sudah menggunakan gas tang dihasilkan dari batu bara.

"Memang di dunia, sebagian besar masih oil-based. Namun suplai menurun, makanya pemerintah berikan alternatif untuk mendorong competitiveness perusahaan-perusahaan nasional," jelas Khayam.

Kata Khayam, investor petrokimia nasional pun diyakini tidak akan terbebani dengan investasi awal yang cukup tinggi karena biaya produksi yang dapat lebih murah. Apalagi, teknologi memungkinkan pengolahan batubara berkalori rendah untuk dikonversi menjadi gas.

Selain itu, sektor petrokimia nasional pun kian tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara. Kapasitas produksi etilena Indonesia hanya 860.000 ton per tahun, sedangkan Thailand sudah mencapai 3,2 juta ton.

Malaysia pun saat ini sedang mengembangkan proyek petrokimia berbasis gasifikasi dengan menggandeng Saudi Aramco. Negeri Jiran tersebut sangat agresif menumbuhkan industri petrokimianya dalam beberapa tahun terakhir. [tar]

 
Embed Widget

x