Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 07:21 WIB

Karet Indonesia Menggelinding Sampai Argentina

Oleh : - | Jumat, 7 Juli 2017 | 10:20 WIB
Karet Indonesia Menggelinding Sampai Argentina
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Karet Indonesia ternyata sangat diminati pasar Argentina. Lantaran cocok untuk bahan baku ban kendaraan.

Demikian siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Buenos Aires, Kamis (6/7/2017). Hampir 90% bahan baku perusahaan penghasil ban kendaraan bermotor di Argentina, Fate S.A.I.C.I (Fate), adalah karet asal Indonesia.

"Indonesia memiliki produk karet dengan kualitas yang sangat baik, utamanya dalam hal kadar viskositas yang sangat sesuai dengan yang kami butuhkan," kata Jorge del Priore saat menerima staf KBRI Buenos Aires di Kantor Fate S.A.I.C.I dan Fate-Aluar Group di Provinsi Buenos Aires, Argentina.

Argentina adalah negara kedua terbesar di Amerika Selatan, sedangkan Fate merupakan salah satu dari lima besar perusahaan penghasil ban kendaraan bermotor di Argentina.

Fate mengimpor sekitar 18.000 ton karet per tahun, dan hampir 90 persen dari julah itu dari Indonesia. Perusahaan Fate mengimpor karet berstandarkan SIR-20 (Standard Indonesian Rubber-20) dari berbagai perusahaan di Indonesia, seperti Kirana Megatara Group, PT Asia Rubberindo, PT Felda Indo Rubber.

Nilai impor bahan baku karet dari Indonesia tersebut diperkirakan mencapai US$18 juta pada 2016. Perusahaan Fate berdiri sejak 1940, saat ini mempekerjakan 2.100 karyawan. Fate memproduksi sekitar empat juta ban kendaraan per tahun untuk mobil penumpang, bus, truk, serta mesin pertanian.

Duta Besar RI untuk Argentina, Jonny Sinaga menyampaikan, Perusahaan Fate terus meningkatkan impor karet dari Indonesia. "Kami juga mengundang Anda (Fate) untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, 11-15 Oktober 2017," ujar Jonny.

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia ke Argentina. Pada 2016 tercatat nilai ekspor untuk karet alam TSNR (technically specified natural rubber/HS 400122) mencapai US$24,65 juta. [tar]

Komentar

 
x