Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:40 WIB

Berdagang dengan Turki, RI Siap Hapus Bea Masuk

Oleh : - | Jumat, 7 Juli 2017 | 13:40 WIB
Berdagang dengan Turki, RI Siap Hapus Bea Masuk
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Ankara - Indonesia akan menghapus hambatan perdagangan dengan Turki, termasuk menghilangkan bea masuk tarif ekspor dan impor untuk beberapa komoditas yang disepakati kedua negara.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di Ankara, Jumat (7/7/2017), setelah mewakili Indonesia sebagai negosiasitor Indonesia Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA). Acaranya disaksikan Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di White Palace, Ankara.

"Perdagangan kita dengan Turki 2016 mencapai 1,3 miliar dolar AS dan kita surplus sekitar 700 jutaan tapi kita turun pada 2016 sekitar 14 persen dan di sisi lain Malaysia meningkat 49,11 persen. Salah satu penyebab menurunnya ekspor ke Turki adalah tarif bea masuk yang diterapkan," kata Enggar, sapaan akrab mendag.

Enggar membandingkan volume perdagangan Turki-Malaysia yang meningkat signifikan, karena sudah adanya perjanjian FTA antar keduanya. Di mana, Turki dan Malaysia membebaskan tarif perdagangan untuk komoditas yang disepakati termasuk minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO).

Selanjutnya, Indonesia dan Turki membuat pernyataan bersama untuk melakukan IT-CEPA. "Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan mengupayakan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan kita sudah menyepakati dan dimulai dengan trade in goods dulu," kata Enggar.

Politisi Nasdem ini yakin, jika hal ini bisa diterapkan maka volume perdagangan dua negara akan bisa meningkat tahun depan. Terlebih, dari sisi hubungan bilateral, antara Turki dan Indonesia, memiliki sejarah persahabatan yang sudah sangat lama. "Dalam forum bisnis, penggusaha Turki sangat tertarik untuk memperbesar investasi bagi yang sudah masuk dan bagi yang belum sangat tertarik untuk masuk," kata Enggar.

Namun Enggar mengakui, sampai saat ini, masih ada beberapa keluhan yaitu bea masuk yang tinggi untuk sejumlah komoditas untuk keluar dan masuk di dua negara. "Itu yang akan kita selesaikan segera," kata Enggar.

Penghapusan bea masuk hingga nol persen kata dia, sangat mungkin dilakukan, oleh karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan menindaklanjuti dengan menyampaikan daftar komuditas yang akan dibebaskan untuk keluar dan masuk ke Turki.

Hal yang sama pun akan dilakukan Turki kepada Indonesia yakni menyampaikan daftar komuditas yang akan dibebaskan tarifnya. "Jadi nanti akan ada beberapa barang yang akan keluar dan masuk itu tidak terkena bea dari dua negara. Kita sepakati nanti antara kita dengan Turki," kata Enggar.[tar]

 
x