Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 07:32 WIB

Jokowi Datang, Investor Turki Gerojok Fulus Rp6,7T

Oleh : M Fadil Djaelani | Jumat, 7 Juli 2017 | 14:00 WIB
Jokowi Datang, Investor Turki Gerojok Fulus Rp6,7T
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Ankara - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Turki membuahkan berkah. Salah satunya terlahir kesepakatan investasi senilai US$520 juta, atau setara Rp6,7 triliun (Rp13.000/US$).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong yang turut mendampingi Presiden Jokowi menyampaikan, kesepakatan investasi diperoleh dari penandatanganan nota kesepahaman antara BUMN perkapalan yakni PT PAL dengan Karadeniz Holding, perusahaan Turki yang bergerak di bidang energi dan kapal pembangkit listrik senilai US$320 juta. Dan, kesepakatan PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry senilai US$200 juta.

Lembong menyampaikan, BKPM turut mendukung kerjasama investasi yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia dan Turki tersebut. "Kesepakatan yang dilakukan melingkupi pembuatan empat powership dengan kapasitas pembangkit listrik sebesar 36-80 MW," ujar Lembong dalam keterangan resmi kepada media, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Dikatakan mantan menteri perdagangan itu, kesepakatan untuk membuat powership, sudah sesuai dengan keinginan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan setrum di daerah terpencil, serta memenuhi target listrik 35 ribu MW. "Peluang investasi untuk memproduksi powership ini sangat potensial sehingga kami akan terus mengawal komitmen yang telah disepakati oleh kedua perusahaan tersebut," jelas Lembong.

Kerja sama PT PAL dan Karadeniz Holding, diharapkan Lembong, bisa mengisi kebutuhan akan powership di tingkat regional. "Negara-negara tetangga seperti Philipina maupun Myanmar merupakan negara yang potensial sebagai customer dari perusahaan tersebut," kata Lembong.

Sementara kesepakatan PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry, meliputi tiga hal utama. Di antaranya kerjasama di bidang Marketing & production Extention of N219, Joint Development and Production of N245 serta UAV ANKA Marketing & Production Extention terutama ekspansi pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sejatinya, kunjungan kerja Jokowi ke Turki, ada dua jenis perjanjian yang terlahir. Pertama, perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Turki. Perjanjian ini akan dilakukan antara Kementerian Kesehatan Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Turki serta Kementerian Perdagangan Indonesia dengan Kementerian Perekonomian Turki. Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Kedua, perjanjian antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Turki. Tiga BUMN perusahaan Indonesia menandatangani perjanjian dengan tiga perusahaan Turki.

Kerja sama investasi antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Turki tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai realisasi investasi Turki yang masih minim di Indonesia. Dari data yang dimiliki oleh BKPM periode kuartal pertama tahun 2017, realisasi investasi dari Turki hanya US$0,1 juta, terdiri dari 9 proyek investasi. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak ada investasi baru yang dilakukan dari Turki selama kurun waktu tersebut.

Dalam kunjungan kerja ini, Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Turki. Pertemuannya membahas negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), meliputi kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. [ipe]

 
Embed Widget

x