Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:06 WIB

Inilah Ramuan Penurun Defisit Versi Darmin

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 8 Juli 2017 | 00:19 WIB
Inilah Ramuan Penurun Defisit Versi Darmin
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan cara menekan defisit APBN dengan penghematan anggaran sehingga tetap di target 2,67%.

Penghematan anggaran menyasar pada belanja Kementerian/Lembaga (K/L), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa maka defisit menjadi 2,67% terhadap PDB atau lebih rendah dari perkiraan.

"Sejalan dengan pelebaran defisit RAPBNP 2017, SBN (netto) diperkirakan menjadi sekitar Rp433,0 triliun atau naik Rp33,0 triliun dengan asumsi ada penghematan alamiah," kata Darmin Jumat (7/7/2017).

Darmin menanggapi potensi defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 yang bisa mencapai 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Terkait pajak, ia berharap perluasan basis pajak berdasarkan harta deklarasi program tax amnesty dapat menopang pencapaian target pajak. Target penerimaan pajak nonmigas disesuaikan turun Rp50 triliun agar lebih realistis, sejalan dengan pencapaian pada 2016 serta upaya tahun 2017.

Darmin bilang proporsi penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) terhadap total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menurun drastis di tahun 2015, namun meningkat di 2017 karena kecenderungan kenaikan harga minyak. "Target PNBP diperkirakan meningkat Rp10,1 triliun utamanya oleh kenaikan harga minyak," tambahnya.

Adapun mengenai Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tahun 2017, tumbuh paling tinggi dalam empat tahun terakhir. Realisasi belanja 15 K/L besar dalam semester I 2017 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2016. "Realisasi belanja barang dan modal K/L semester I tahun 2017 juga menunjukkan keberhasilan percepatan pelaksanaan anggaran," ujarnya.

 
x