Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:42 WIB

Pengamat : PHK AMT, Pertamina Sudah Sesuai Aturan

Oleh : Uji sukma medianti | Minggu, 9 Juli 2017 | 11:40 WIB
Pengamat : PHK AMT, Pertamina Sudah Sesuai Aturan
Pakar manajemen UI Rhenald Kasali - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar manajemen UI Rhenald Kasali menilai, pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga, merupakan hal yang lazim. Tak ada aturan yang dilanggar.

"Ada mekansismenya, ada ketentuan UU-nya, bahwa ada masa percobaan sekian bulan. Kalau dalam masa percobaan itu tidak perform, pengusaha bisa melakukan pemutusan hubungan kerja. Dalam hal ini pengusaha dilindungi UU, kecuali mereka sudah diangkat menjadi karyawan tetap," kata Rhenald di Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Di mana, PHK yang ditetapkan Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) kepada AMT PT Pertamina Patra Niaga, merupakan hal yang lumrah, Ketika kinerja AMT tidak baik, maka pemutusan hubungan kerja tidaklah salah.

Dalam hal ini, lanjut Rhenald, 4P tentu sudah memiliki mekanisme, termasuk rujukan sesuai UU Ketenagakerjaan itu sendiri. "Apapun kalau tidak perform, bisa di-PHK. Siapa sih pengusaha yang mau memelihara pegawai yang tidak disiplin," ujar Rhenald.

Rhenald menganjurkan, agar para AMT menghentikan aksi unjuk rasa mereka. Sebab, yang akan paling merasakan kerugian dalam aksi unjuk rasa tersebut, bukanlah 4P dan Pertamina Patra Niaga, tetapi justru AMT itu sendiri.

Diberitakan sebelumnya, AMT yang melakukan unjuk rasa adalah bukan karyawan tetap 4P. Mereka juga bukan karyawan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan sema sekali tidak terikat kontrak kerja dengan anak usaha Pertamina tersebut.

Pemutusan hubungan kerja dilakukan , karena performa AMT memang tidak memenuhi standar kinerja.Misalnya, dalam masa percobaan, mereka hanya masuk 5-6 hari per bulan, padahal yang diminta adalah selama 20 hari. [ipe]

Tags

 
x