Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:53 WIB

Enggar Siap Rayu Sri Mulyani Batalkan PPN Gula

Oleh : Uji sukma medianti | Selasa, 11 Juli 2017 | 01:39 WIB
Enggar Siap Rayu Sri Mulyani Batalkan PPN Gula
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap kementerian keuangan membatalkan rencana PPN 10% terhadap petani gula.

"Saya akan memohon kepada Menteri Keuangan (Sri Mulyani) untuk bisa mempertimbangkannya. Untuk tidak dikenakannya PPN kepada para petani gula. Petani dibebaskan," kata Enggar, sapaan akrab mendag di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Dalam hal ini, kata Enggar, kemendag mengutamakan kepentingan petani tebu, terkait rencana PPN 10% tersebut. Sementara untuk pabrik gula baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta, tidak ada masalah untuk dikenakan PPN 10%.

Sekedar informasi saja, rencana kemenkeu menerapkan PPN 10% terhadap petani tebu dan industri gula nasional pada 2017, ditentang keras Andalan Petani Tebu Indonesia (APTRI). Kebijakan ini tentu saja memberatkan serta memperbesar kerugian petani.

Kerugian petani terjadi akibat rendemen tebu yang rendah, kenaikan biaya produksi dan penurunan produksi tebu. Saat ini, rendemen saat rata-rata sebesar 6,5%, produksi tebu turun 30%. Sementara biaya produksi justri naik 15%.

APTRI beranggapan, gula merupakan barang strategis dan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat banyak sehingga tidak tepat jika dikenakan PPN, seperti halnya beras, jagung dan kedelai yang tidak dikenakan PPN oleh pemerintah.

Dengan munculnya rencana pemerintah tersebut, para pedagang menahan diri untuk membeli gula petani karena tidak ingin terbebani PPN 10%.

Kondisi tersebut mengakibatkan gula petani menumpuk di gudang-gudang pabrik gula karena pedagang enggan untuk membeli. "Ini keberpihakan kepada para petani, saya sudah kirim surat. Saya upayakan untuk bertemu Menteri Keuangan," kata Enggar. [ipe]

 
x