Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:36 WIB

Jabar dan DKI Sepakati Pembagian PI di Blok ONWJ

Oleh : - | Rabu, 12 Juli 2017 | 02:29 WIB
Jabar dan DKI Sepakati Pembagian PI di Blok ONWJ
Peta Jawa Barat dan DKI Jakarta - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta menyepakati pembagian Participating Interesest (PI) 10% di Wilayah Kerja (WK) Offshore North West Java (ONWJ).

Kesepakatan ini tertuang dalam Kesepakatan Bersama PI 10% di WK ONWJ yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Gedung Sate, Bandung, Senin (10/07/2017).

Aher, sapaan akrab Gubernur Jabar mengatakan, tuntutan daerah yang ingin dilibatkan dalam proyek migas ini, sudah lama bergema. Pun kerja sama dua provinsi ini mengacu kepada Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5975/13/MEM.M/2015 tanggal 19 Agustus 2015 tentang Keikutsertaan BUMD dalam Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi pada wilayah Kerja (WK) Offshore NorthWest Java (ONWJ).

Sementara, ruang lingkup Kesepakatan Bersama ini yakni pembagian besaran PI 10% pada WK ONWJ dengan ketentuan, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan porsi 20,29%. Sementara Pemprov Jabar kebagian jatah 62,13% yang dibagi untuk empat kabupaten. Di mana, porsi masing-masing adalah, Pemprov Jabar 79,91%, Indramayu 4,71%, Subang 2,93%, Karawang 8,24% dan Bekasi 1,70%.

Aher bilang, tujuan dari kesepakatan bersama ini, untuk meningkatkan peran serta daerah dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. "Kita terlibat mengelola offshore bersama-sama pemerintah pusat. Tentu ini sangat positif sebab sebelum ada ini, kita menjadi kawasan yang ada di daerah kita, tapi kita tidak terlibat secara langsung. Bahasa tegasnya penonton," jelas Aher.

Dalam kesepakatan ini, kedua provinsi bersepakat untuk mengambil dan membagi PI 10% di WK ONWJ. Di mana, pengelolaannya dilakukan lebih lanjut oleh BUMD yakni PT Migas Hulu Jabar dan PT Jakarta Propertindo.

sementara Djarot mengatakan, kesepakatan ini, memang butuh waktu. Tapi karena kesepakatan ini bersifat bussines to bussines, maka harus segera dilakukan upaya tindak lanjutnya.

Djarot juga mengatakan kerja sama dua provinsi di bidang migas ini merupakan kerja sama yang baru dilakukan di antara dua provinsi dalam waktu yang singkat.

Djarot juga menuturkan, bahwa proyek bersama ini merupakan sikap yang menunjukkan bahwa kedua provinsi, bisa menurunkan ego masing-masing atas kekayaan sumber daya alamnya.

"Bukankah kita sepakat tdak ada ego di wilayah yang kaya sumber daya alamnya? Kalau memang egonya dinaikkan bagaimana dengan saudara kita yang enggak ada sumber daya alam," kata Djarot.

Hasil dari kesepakatan ini, kata Djarot, menjadi tambahan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik kedua provinsi maupun tiga kabupaten di wilayah Jawa Barat.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi bilang, berdasarkan Pasal 34 PP 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Permen ESDM No 15/2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, serta Permen ESDM No 37/2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% (Sepuluh Persen) Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi, berlaku ketentuan bahwa BUMD daerah dapat menjadi mitra pemegang paling banyak 10% berdasarkan kelaziman bisnis dalam pengelolaan blok migas.

Adapun Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Offshore North West Java telah ditanda tangani pada tanggal 18 Januari 2017 antara Pemerintah yang diwakili oleh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ) dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split. "Pada saat penandatanganan tersebut komposisi kepemilikan Participating Interest 100% dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ," jelas Amien.

Target produksi 2017, PHE ONWJ menargetkan berkisar 36.000 barel minyak per hari dan produksi gas bumi sebesar 144 MMSCFD. Produksi minyak dan gas bumi disalurkan seluruhnya untuk kebutuhan startegis nasional seperti BBM, pembangkit listrik dan bahan baku pembuatan pupuk.

"Ditengah kondisi harga minyak dunia yang mengalami penurunan harga signifikan, tidak menyebabkan PHE ONWJ menurunkan laju produksinya," sambung Amien. [ipe]

 
x