Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:40 WIB

Utang Sudah Menggunung, Sri Mulyani tak Bingung

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 12 Juli 2017 | 04:39 WIB
Utang Sudah Menggunung, Sri Mulyani tak Bingung
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/M. Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait menumpuknya utang luar negeri, kritik keras dihunjamkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tapi, sang menteri tenang-tenang saja tuh.

Dua tahun setengah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, utang luar negeri melompat menjadi Rp 3.672,43 triliun. Kondisi ini melahirkan kecaman bahwa Sri Mulyani tak becus mengurus keuangan negara.

Saat ditanyakan soal ini, raut wajah Sri Mulyani tetap kalem. Dengan santai namun lugas, perempuan kelahiran Lampung ini menjelaskan adanya empat poin penting.

Pertama, semenjak kembali ke tanah air, Sri Mulyani menilai, surat utang negara mengalami penurunan dari cost dan beban utang. "Itu karena kita sudah mencapai invesment grade dan APBN kita dianggap lebih stabil sehingga hampir seluruh surat utang negara kita turun 150 basis poin, itu menunjukan kita mampu mengurangi beban utang kita," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, jakarta, Selasa (11/7/2017).

Kedua, lanjut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah tetap menjaga utang negara, tidak melampaui suatu batas yang dianggap membahayakan ekonomi dan keuangan negara. "UU kita menyebutkan kan defisit tidak boleh lebih dari 3 persen, dan total kumulatif utang tidak boleh lebih dari 60 persen. Kita defisit ada di bawah 3 persen dan utang dibawah 30 persen," kata Sri Mulyani.

Ketiga, dia meminta masayarakat untuk tidak melihat total utang negara dari angkanya saja, tapi harus dilihat dari sisi profil jatuh temponya dan profile komposisi dari utang nya sendiri.

"Dari sisi jatuh tempo, kita menjaga agar rata rata jatuh tempo utang kita di atas 8 tahun. Berarti kalau ada utang jangka pendek itu tetap agar bisa dibayar saat jatuh tempo," kata Sri Mulyani.

Terakhir, lanjut Sri Mulyani, utang luar negeri memberikan kepastian mengenai arah fiskal jangka panjang. "Karena satu negara bisa fiskalnya saat ini sehat, tapi kemudian di dalam kebijakan fiskalnya banyak sekali utang utang jangka panjang yang tidak setara. Katakanlah Kita menjanjikan semuanya ya tidak bayar pajak itu semua terjadi kalau ada yang membayar," papar mantan menkeu era SBY yang sempat kesandung skandal Bank Century itu. [ipe]

 
x