Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 07:23 WIB

Dirjen Pajak Tetap Yakin Penerimaan Naik 16%

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 12 Juli 2017 | 11:29 WIB
Dirjen Pajak Tetap Yakin Penerimaan Naik 16%
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi tetap optimistis penerimaan pajak pada tahun ini akan naik sebesar 16 persen.

"16 persen dari realisasi ya kemarin itu. (Penerimaan hingga akhir 2016) semaksimal mungkin melebihi 100%," kata Ken saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (11/7/2017).

Ken mejabarkan tahun-tahun sebelumnya penerimaan pajak hanya mencapai 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lantaran tidak semua sektor bisa dipajaki sehingga penerimaan tidak maksimal.

"Enggak fleksibel, seperti jasa pendidikan. Itu 20 persen (total anggaran) dari belanja, itu yang bisa dipajaki enggak semuanya. Dia enggak kena pajak. Jasa kesehatan enggak kena pajak," jelasnya.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution pun pernah mengatakan target pajak yang ditetapkan pemerintah setiap pembahasan APBN memang selalu tinggi. Namun pemerintah pun selalu merevisi kalau target pajak terlalu besar.

"Kami kan buka targetnya kami ubah naik jadi turun. Tetap naik, cuma yang dulu kami sepakati ketinggian, sekarang kami dorong sedikit lebih rendah," kata Darmin.

Mantan Dirjen Pajak era SBY ini, juga menilai bahwa pemangkasan target pajak tersebut juga ingin memberikan citra positif bagi dunia internasional, terhadap pengelolaan APBN yang kredibel dan realistis.

"Karena Pemerintah tidak ingin APBN jadi faktor risiko dari penilaian market internasional. Kami sepakat enggak apa-apa kami turunkan ke arah lebih realistis tapi APBN tidak jadi risiko," katanya.

"Bayangkan kalau tidak diturunkan Rp50 triliun orang bisa hitung dari realisasi kita. "Ini risiko ini." Itu lebih buruk dampaknya dari pada kami buka saja," tambahnya.

Untuk diketahui, realisasi penerimaan pajak pada semester I tahun ini baru mencapai Rp571,9 triliun, atau naik 9,6 persen dibandingkan realisasi penerimaan pajak periode yang sama tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh pemerintah dalam penyampaian penjelasan pokok-pokok APBN-P 2017 kepada DPR RI.

Pemerintah menilai dengan realisasi tersebut, sulit untuk menopang target pertumbuhan 16,6 persen seperti target dalam APBN 2017. Sehingga, pemerintah membidik penerimaan perpajakan 2017 menjadi Rp1.458,9 triliun dari target APBN 2017 yang sebesar Rp1.498,9 triliun atau turun menjadi 12,9 persen. [hid]

Komentar

 
x