Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:25 WIB

Importir Nakal Sering Perdagangkan Barang Ini

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 12 Juli 2017 | 15:02 WIB
Importir Nakal Sering Perdagangkan Barang Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menjadi pemain utama dalam program penguatan reformasi Impor Berisiko Tinggi. Tujuannya memberantas perdagangan ilegal barang impor tekstil, elektronik hingga minuman beralkohol.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mencanangkan program tersebut melalui rancangan Satuan Tugas (Satgas) sebagai salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan taktis operasional.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan bahwa upaya penerbitan impor berisiko tinggi merupakan langkah DJBC dalam menjawab tantangan dari masyarakat yang menginginkan pemberantasan perdagangan ilegal.

Menurut Heru, ada beberapa jenis barang impor yang masuk tidak sesuai dengan aturan bahkan berdokumen ilegal, seperti barang impor tekstil, elektronik hingga minuman beralkohol.

"Masih banyak sebetulnya, bukan hanya itu, yang penting bagaimana kita pengawasan akan kita tingkatkan, sehingga nanti kita laporkan ke tim satgas," kata Heru saat ditemui di Kantor Bea dan Cukai Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Heru menambahkan program penerbitan impor berisiko tinggi merupakan salah satu dari serangkaian program penguatan reformasi yang telah dijalankan DJBC sejak Desember 2016.

Dalam jangka pendek, DJBC akan menjalankan kegiatan taktis operasional melalui pengawasan kinerja internal, kerja sama dengan aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait.

"Kalau jangka panjang, DJBC akan membangun sistem kepatuhan pengguna jasa melalui revitalisasi manajemen risiko operasional," katanya. [hid]

 
x