Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:44 WIB

Perangi Impor Ilegal, Jenderal Gatot Turun Tangan

Oleh : - | Kamis, 13 Juli 2017 | 01:39 WIB
Perangi Impor Ilegal, Jenderal Gatot Turun Tangan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo geregetan dengan masih maraknya praktik impor ilegal. Selain merugikan negara karena tak bayar pajak, impor ilegal menghancurkan industri di dalam negeri.

Dalam rilis kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (12/7/2017), Gatot bilang, impor beresiko tinggi merupakan impor yang dilakukan secara illegal. Perilaku ini merusak daya saing industri dalam negeri. Lantaran, harga produk yang dihasilkan menjadi lebih mahal ketimbang produk impor ilegal.

"Very high risk import diperkirakan hanya 5% hingga 10%, kecil dibandingkan dengan perolehan dari anggaran semuanya, tetapi yang kecil ini kalau tidak benar-benar kita manage maka akan berdanpak negatif pada perekonomian Indonesia. Industri-industri kita akan hancur bahkan akan mati karena kalah bersaing dengan barang-barang impor illegal dan juga bisa ada rekayasa," ujar Gatot dalam Rakor Penertiban Impor Beresiko Tinggi di Kantor Pusat Dirjen Bea dan Cukai, Jakarta.

Dikatakan Gatot, impor beresiko tinggi memiliki peluang penyelewengan lebih besar dan dapat mengakibatkan beredarnya barang illegal, sehingga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan penerimaan negara yang tidak optimal. "Broker impor beresiko tinggi sering tidak memberitahukan secara rinci tentang jenis dan jumlah barangnya. Hal ini ada kaitannya juga dengan negara-negara lain yang menggunakan broker," kata Gatot.

Gatot menjelaskan, solusi penertiban impor beresiko tinggi dapat dilakukan antara lain dengan peningkatan pengawasan terhadap barang komoditas yang belum memiliki infrastruktur alat pemeriksaan dan pengawasan yang memadai. "Setiap barang yang akan masuk ke Indonesia biasanya singgah dulu di Singapura, Hongkong, Guangzhou, Shenzhen dan sebagainya, kita bisa berkoordinasi untuk melakukan pengecekan dan pengawasan dari sana untuk mengantisipasi praktek Impor Beresiko Tinggi," ungkap Gatot.

Saat ini, lanjut Gatot, sedang dilakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah terkait dalam rangka menegakkan aturan bea masuk dan pajak. "Melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah sangat penting dalam rangka menegakkan aturan bea masuk pajak impor dengan membentuk tim penyelesaian perkara," tutur Gatot.

Untuk memerangi produk haram ini, Gatot memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk terlibat langsung. "Untuk mendukung keberhasilan ini bukan hanya kapal laut tapi juga melibatkan Intelijen dan POM TNI untuk benar-benar mengawasi pelaksanaannya," jelasnya. [ipe]

 
x