Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:49 WIB

Di Depan IMF, Sri Mulyani Bicara Penguatan Pajak

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 13 Juli 2017 | 09:09 WIB
Di Depan IMF, Sri Mulyani Bicara Penguatan Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di depan peserta KTT Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF)-Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal pentingnya penguatan sistem perpajakan.

Kata Sri Mulyani, apabila suatu negara memiliki sistem perpajakan yang handal, maka penerimaan negara akan optimal. Artinya cukup untuk membiaya program pembangunan yang dicanangkan. "Kebijakan pendapatan dalam negeri yang baik serta kerja sama internasional di bidang perpajakan dapat menciptakan sumber penerimaan negara yang berkelanjutan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Sri Mulyani saat membuka KTT INF-Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Dengan adanya sistem penerimaan negara berkelanjutan, lanjut Sri Mulyani, memungkinkan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan hingga 2030.

Selanjutnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang, penguatan mobilisasi sumber daya domestik, tidak hanya mengenai meningkatkan penerimaan negara bagi pemerintah. Tetapi juga sistem perpajakan yang didesain dengan baik dapat mengembangkan inklusivitas, mendorong pemerintahan yang baik, mengembangkan investasi dan penciptaan lapangan kerja, pemerataan kesejahteraan serta meningkatkan keadilan sosial.

Sri Mulyani menyampaikan, KTT IMF-Indonesia ini, merupakan forum bagi para pembuat kebijakan untuk membahas berbagai masalah termasuk pentingnya reformasi perpajakan internasional. Era globalisasi membuat dunia membutuhkan adanya peraturan baru dan kerja sama dalam menghadapi tantangan perpajakan internasional, seperti aktivitas bisnis digital yang memungkinkan perusahaan memalsukan daerah asal untuk memanipulasi pajak.

"Adanya celah pada sistem pajak domestik telah menciptakan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan maupun individual berpendapatan tinggi untuk memanfaatkannya. Hal ini tidak baik, tidak hanya untuk penerimaan negara tetapi juga merusak rasa keadilan. Ini merupakan perhatian utama saat Saya kembali ke Indonesia dan (juga) para pemimpin dunia di G20," kata Sri Mulyani yang pernah tersandung skandal Bank Century ini. [ipe]

Komentar

 
x