Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:28 WIB

Kampanye Hitam LSM Sawit Sulitkan Bupati Merauke

Oleh : - | Kamis, 13 Juli 2017 | 12:38 WIB
Kampanye Hitam LSM Sawit Sulitkan Bupati Merauke
Bupati Merauke Frederikus Gebze - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Merauke - Bupati Merauke Frederikus Gebze meminta LSM dalam negeri maupun asing berhenti mengganggu investasi di Merauke. Sebab menurut kehadiran investor sangat dibutuhkan pemerintah daerah.

Dalam rilis kepada media, Kamis (13/7/2017), Frederikus bilang, pemerintah daerah tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun semua fasilitas yang direncanakan. Sehingga butuh investor dari luar. Khususnya di sektor industri sawit yang tengah bertumbuh.

Selain itu, kata Frederikus, keberadaan investor bisa membantu pemda dalam menciptakan lapangan kerja. Saat ini, keberadaan industri sawit sangatlah dinantikan lantaran sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Merauke.

Hanya saja, Bupati Frederikus gusar lantaran banyak NGO atau LSM yang melakukan kampanye hitam terhadap industri sawit di daerahnya. Karena itu, ia berharap media massa bisa membantu para investor di Merauke untuk menyampaikan yang sesungguhnya terjadi.

"Kehadiran investor sawit ke Merauke, selain membuka lapangan pekerjaan juga ikut mensejahterahkan masyarakat. Sehingga hasilnya sangat jelas. Kehadiran perkebunan kelapa sawit telah dievaluasi dan cukup memberikan kontribusi, tambah Frederikus.

Bupati mengungkapkan, dari 7 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang investasi di Merauke, terdapat 4 koperasi sudah terbentuk, salah satunya PT Dongin Prabhawa (Korindo Group).

Karena salah satu ketentuan perundangan-undangan, adalah apabila ada investor yang masuk ke suatu wilayah, wajib memberikan konsesi 20 persen dari total lahan yang ada untuk dibuat PIR. Di mana 20 persen ini dikelola masyarakat setempat, baik pemilik hak ulayat, warga dusun dan sebagainya, terang Frederikus.

Warga Mam dari 5 kampung di Distrik Nggui dengan tegas mendesak LSM asing, seperti Mighty Earth (Amerika Serikat) dan AidEnvironment (Belanda) untuk menghentikan kampanye pelarangan pembukaan lahan sawit untuk pemilik hak ulayat di Mam, Distrik Nggui, Kabupaten Merauke Papua.

Pernyataan ini disampaikan Abraham Yolmen, Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Iska Bekai, sekaligus Ketua Marga Yolmen, Simon Walinaulik dan Charles Yeimai, Yohanes Samkakai yang mewakili masyarakat hak ulayat di Mam, Kampung Nakias.

Baik Abraham, Simon, Charles maupun Yohanes ingin PT Dongin Prabhawa segera membuka perkebunan untuk masyarakat, sesuai ketentuan. Di mana, 20% dari Hak Guna Usaha (HGU) dikembalikan kepada masyarakat.

"Kami sudah menunggu perusahaan membuka kebun untuk pemilik hak ulayat tersebut. Tapi sampai sekarang perusahaan belum juga bersihkan lahan untuk bisa kami tanam kelapa sawit," papar Abraham.

Ternyata, perusahaan mendapat tekanan dari LSM yakni Mighty Earth dan AidEnvironment. "Sekali lagi, kami minta LSM stop untuk melarang kami membuka kebun di atas lahan kami sendiri," kata Simon Walinaulik. [tar]

 
x