Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 07:17 WIB

RI dan Singapura Segera Berbagi Data Perpajakan

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 13 Juli 2017 | 13:33 WIB
RI dan Singapura Segera Berbagi Data Perpajakan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Singapura sudah sepakat melakukan penukaran data perpajakan.

"Artinya Indonesia secara otomatis akan memiliki efektif agreement seperti yang kita dapatkan dengan Hong Kong secara bilateral dan Switzerland secara bilateral, tapi dalam hal ini dilakukan Singapore simultan untuk semua negara termasuk Indonesia," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Sebab selama ini, Singapura diduga sebagai tempat yang cukup aman bagi para pengemplang pajak untuk menyembunyikan harta mereka. Tarif pajak yang paling rendah se ASEAN memungkinkan banyak pembisnis tergiur, tak terkecuali wajib pajak asal Indonesia.

Mengapa negeri berjuluk Singa itu mau? Bukankah justru merugikan mereka, mengingat banyakknya WNI Indonesia yang menyimpan hartanya di negara tersebut sehingga akan mengganggu ekonomi mereka.

"Karena Singapura telah menyampaikan bahwa Indonesia termasuk negara yang eligible atau included di dalam MCAA (Multilateral Competent Authority Agreements) mereka, artinya perjanjian Automatic Exchange of Informstion (AEoI) itu sudah otomatis bisa dijalankan sesuai timelinenya. Seperti diketahui AEOI Indonesia adalah untuk 2018," katanya.

Namun demikian, meski posisi kedua negara telah sepakat dengan kerja sama AEoI tersebut, Indonesia masih perlu memenuhi sejumlah syarat yang diberikan oleh Organisation for Economic Co- operation and Development (OECD) untuk dapat menerapkan AEoI dengan negara-negara lain. Oleh sebab itu pemerintah saat ini berupaya melakukan reformasi perpajakan.

"Untuk semua itu bisa tercapai, sama seperti yangg kita tandatangani dengan Swiss, dan Hong Kong, maka kita harus memenuhi kriteria untuk bisa ikut AEoI yaitu legislasi primer dipenuhi, IT system harus dibenahi, kemudian prosesnya termasuk confidentiality sama security dan safeguard dari data yang di-exchange dari CRS harus dipenuhi," katanya.

Asal tahu saja dari program tax amnesty yang dijalankan pemerintah beberapa waktu lalu, negeri Singa tersebut urutan nomer wahid yang paling banyak melakukan deklarasi harta luar negeri dan juga repatriasi, sumbangsihnya mencapai 80%.

Dari total deklarasi harta WNI di luar negeri dalam program tax amnesty sebesar Rp1.036 triliun. Sebagian besar aset tersebut di parkir di 5 negara, yakni Singapura Rp766,05 triliun, British Virgin Island (BVI) senilai Rp77,5 triliun, Hong Kong Rp58,17 triliun, Cayman Island Rp53,14 triliun, dan Australia Rp42,04 trilin.

Sedangkan hasil repatriasi atau aset yang dibawa pulang ke Indonesia senilai Rp147 triliun. Paling banyak berasal dari 5 negara atau yurisdiksi, yakni Singapura Rp85,35 triliun, BVI Rp6,57 triliun, Cayman Island Rp 16,51 triliun, Hong Kong Rp16,31 triliun, dan China Rp3,65 triliun.

Komentar

 
x