Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:45 WIB

PDIP: Besar Target (Pajak) Ketimbang Realisasi

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 13 Juli 2017 | 17:45 WIB
PDIP: Besar Target (Pajak) Ketimbang Realisasi
Anggota Komisi XI DPR asal PDIP, Maruarar Sirait - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah seringkali tak realistis dalam mematok target penerimaan pajak. Lebih sering besar target ketimbang realisasinya. Ironisnya, hal ini terulang dalam tiga tahun belakangan.

Hal tersebut dikatakan vokalis Komisi XI DPR asal PDIP, Maruarar Sirait dalam sebuah diskusi Di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/7/2017). "Kenapa tidak realistis, karena ketinggian (target pajak), kan harusnya ada keseimbangan," kata Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait.

Kata putra politisi senior Sabam Sirait ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, menargetkan setoran pajak mencapai Rp1.498,9 triliun. Atau meningkat 18,4% dari realisasi pajak 2016.

Ara menilai, target penerimaan pajak tersebut terlalu tinggi. Berkaca kepada 2016, realisasi penerimaannya hanya 81% dari target. Tahun ini kok percaya diri dengan menaikannya hingga hampir 19%.

Atas dasar itu, Ara meminta pemerintah untuk berani jujur, berani bersikap realistis dalam menentukan target pajak di masa mendatang. Tentunya, penentuan angka-angka pajak mengikuti perekonomian terkini. "Saya minta pemerintah dan Ditjen pajak untuk realistis," ucapnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan target pajak yang ditetapkan pemerintah disetiap pembahasan APBN memang selalu tinggi, sehingga pemerintah selalu merevisi jikalau target pajak terlalu besar.

"Kami kan buka targetnya kami ubah naik jadi turun. Tetap naik, cuma yang dulu kami sepakati ketinggian, sekarang kami dorong sedikit lebih rendah," kata Darmin.

Mantan Dirjen Pajak era SBY ini juga menilai bahwa pemangkasan target pajak tersebut juga ingin memberikan citra positif bagi dunia internasional, terhadap pengelolaan APBN yang kredibel dan realistis.

"Karena Pemerintah tidak ingin APBN jadi faktor risiko dari penilaian market internasional. Kami sepakat enggak apa-apa kami turunkan ke arah lebih realistis tapi APBN tidak jadi risiko," katanya.

"Bayangkan kalau tidak diturunkan Rp 50 triliun orang bisa hitung dari realisasi kita. "Ini risiko ini." Itu lebih buruk dampaknya dari pada kami buka saja," tambahnya.

Untuk diketahui, realisasi penerimaan pajak pada semester I tahun ini baru mencapai Rp 571,9 triliun, atau naik 9,6%dibandingkan realisasi pajak periode sama tahun lalu. Hal ini disampaikan pemerintah dalam penjelasan pokok-pokok APBN-P 2017 kepada DPR.

Pemerintah menilai dengan realisasi tersebut, sulit untuk menopang target pertumbuhan 16,6%, seperti target dalam APBN 2017. Sehingga, pemerintah membidik penerimaan perpajakan 2017 sebesar Rp 1.458,9 triliun atau turun 12,9%. [ipe]

 
x