Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 13:57 WIB

Paruh Kedua, BI Ramalkan Perekonomian Makin Moncer

Oleh : M Fadil Djaelani | Jumat, 14 Juli 2017 | 10:20 WIB
Paruh Kedua, BI Ramalkan Perekonomian Makin Moncer
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi semester II-2017 lebih baik ketimbang semester I yang bertengger di 5,01%. Prediksinya melejit hingga 5,3%. Mudah-mudahan bukan angin surga.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, proyeksi bank sentral tersebut didasarkan pada sejumlah faktor yang akan mendorong ekonomi ke arah yang lebih positif. "Jadi, semester dua, kalau harga komoditas stabil saja, berarti permintaan pengeluaran rumah tangga akan tumbuh lebih baik. Terus investasi juga akan recovery, pertumbuhan kreditnya juga recovery, dan anggaran pemerintah semester dua juga selalu lebih baik dari semester satu," ujar Mirza di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Sebelumnya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III. Pada kuartal I 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen (yoy).

Meskipun demikian, koreksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017 disebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal III (Juni-September) dan kuartal IV
(Oktober-Desember) akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya, karena beberapa kegiatan ekonomi yang bergeser di dua kuartal tersebut.

Dengan begitu, meskipun ada perubahan, otoritas moneter masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2017 di rentang 5%-5,4%(yoy). Pemerintah sendiri, berdasarkan RAPBNP 2017 yang masih tengah dibahas dengan DPR, mematok asumsi pertumbuhan ekonomi meningkat 0,1% menjadi 5,2%. Sementara asumsi dalam APBN 2017 sebesar 5,1%.

Konsumsi rumah tangga yang diprediksi sedikit membaik dan kinerja ekspor impor yang diproyeksikan akan semakin positif karena meningkatnya harga komoditas dunia, menjadi alasan pemerintah. [ipe]

 
Embed Widget

x