Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 07:33 WIB

Sri Mulyani Klaim Pajak Tumbuh, Ekonomi Membaik

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 14 Juli 2017 | 14:54 WIB
Sri Mulyani Klaim Pajak Tumbuh, Ekonomi Membaik
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim adanya geliat ekonomi yang menggembirakan. Dicermati dari bertumbuhnya sektor pajak.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Badan Anggaran DPR di Jakarta, Kamis malam (13/7/2017). "Realisasi Semester I-2017, APBN tetap dijaga oleh Pemerintah sebagai instrumen efektif dan kredibel untuk capai tujuan masyarakat adil makmur," kata Sri Mulyani.

Terkait realisasi penerimaan pajak Semester I-2017, Sri Mulyani menyebut adanya pertumbuhan 9,6% ketimbang semester I-2016 yang justru tumbuh negatif 2,5%, "Ini rebound luar biasa besar. Kumulatif naik 12,1%. Apabila hasil dari tax amnesty (Jan-Mar) dihilangkan, maka pertumbuhan pajak 5,5%, atau rebound 8%," kata Sri Mulyani.

Khusus pajak jenis PPN, kata dia, bertumbuh 13,5% dibandingkan semester I-2016 yang negatif 3,1%. "Jadi kalau rebound sudah 16,6% dibanding semester I-2016," kata Sri Mulyani.

Sementara untuk PPh orang pribadi meningkat 25%-29% semester I-2017. "Artinya sesudah tax amnesty ada tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang meningkat," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sementara untuk bea keluar tumbuh 31,6% dibanding semester I-2016 yang negatif 33%. "Dengan indikator ini kami terus menjaga agar penerimaan bisa terus diperbaiki," ujarnya.

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kata dia, juga mengalami tren kenaikan yang cukup baik selama semester I-2017 sebesar 62,3%. Jadih di atas semester I-2016 yang hanya 26,9%.

Terkait belanja negara selama juga menunjukan kinerja yang lebih baik. Pemerintah telah membangun sedikitnya jalan sepanjang 46,3 kilometer, jalan tol 3,69 kilometer dan jembatan 523 meter.

"DAK fisik semester I-2017 29,9%, lebih tinggi dibanding semester I-2016. Ini berarti sudah bangun infrastruktur penting
DAK non fisik 42,7%, lebih tinggi dari tahun lalu. BOS 59,9%, bantuan operasional untuk PAUD 77,3%, tunjangan guru 29,7%," paparnya.

Secara keseluruhan, pada semester I-2017, realisasi pendapatan belanja negara telah mencapai Rp 718,2 triliun yang terdiri atas pendapatan dalam negeri sebesar Rp 718 triliun dan penerimaan hibah Rp 0,2 triliun. Dari pendapatan dalam negeri, realisasi penerimaan perpajakan telah mencapai Rp571,9 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 146,1 triliun.

Sedangkan, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 893,3 triliun, yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 498,6 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp 394,8 triliun.

Dari belanja pemerintah pusat, realisasi belanja Kementerian Lembaga telah mencapai Rp 263,9 triliun dan belanja non Kementerian Lembaga sebesar Rp 234,6 triliun. Sementara itu, realisasi transfer ke daerah telah mencapai Rp360,4 triliun dan dana desa sebanyak Rp 34,4 triliun dalam periode Januari-Juni 2017.

Dengan demikian, defisit anggaran hingga semester I-2017 tercatat sebesar 1,29% terhadap PDB atau senilai Rp 175,1 triliun. Pencapaian ini lebih rendah dari realisasi semester I-2016 sebesar 1,82% terhadap PDB.

Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah telah menarik utang pada semester I-2017 sebesar Rp 207,8 triliun. Meski demikian penerbitan SBN neto pada periode ini tumbuh negatif 23,3% dibandingkan semester I-2016 yang tumbuh 34%. [ipe]

 
x